Kronologis Kejadian Aksi Bela Islam Pada 4 November 2016 Versi Resmi GNPF MUI

10:09 PM Add Comment







Dalam konferensi persnya bahwa aksi bela islam pada 4 November 2016 berlangsung damai meski disusupi oleh provokator yang kecewa jika berlangsung damai.




Jutaan manusia yang menyesakai jalan-jalan protokol seperti HI, Patung Kuda, Tugu Tani, Istiqlal, hingga depan Istana, semua terkendali.




Kronologis kejadian aksi bela Islam pada 4 November 2016 versi Resmi dari GNPF MUI sebagai berikut :




1. Pukul 10 pagi GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah AKSI DAMAI dan harus menunjukkan akhlaqul karimah.




2. Pukul 11 pagi pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.





3. Usai shalat Jumat di Mesjid Istiqlal semua peserta barisan aksi melakukan longmarch menuju istana sesuai rute yang telah ditetapkan. Orasi di depan istana baru dimulai ba’da ashar.




4. Pelaksanaan orasi berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab (sebagai Pembina GNPF MUI).




5. Perundingan pertama mengutus 2 orang Juru Runding GNPF MUI yaitu; KH. Bachtiar Nasir, dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana. Hasilnya Juru Runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI.




6. Juru Runding mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, sehingga kemudian Juru Runding kembali kepada barisan aksi.




7. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wapres RI. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga.




8. Kemudian Juru Runding mendatangi istana untuk ketigakalinya. Kali ini Juru Runding diikuti juga oleh KH Misbahul Anam. Juru Runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya.




9. Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan trakhir ini baru selesai pukul 18.00 wib. Setelah disampaikan, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan istana.




10. KH Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI.




11. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang ‘terprovokasi’ dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut.




12. Berkali-kali Kapolda memerintahkan Polisi untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas.




13. Kejadian tersebut telah memakan 1 korban meninggal dunia dan ratusan korban luka peluru karet, tertabrak motor polisi dan banyaknya gas air mata.




14. Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR, pada Pk 03.00 dinihari delegasi GNPF diterima oleh Komisi 3 DPR dan Ketua DPR, setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR.

15. Komisi 3 DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa Aksi Damai.

16. Pada pukul 04.05 tanggal 5 Nov 2016 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua





GNPF MUI Ust. Bachtiar Nasir, “Alhamdulillah aksi damai berlangsung dengan maksimal meski ditekan, ditembaki, dipukuli tapi kita bersabar dan tidak membalas, tidak melawan, karena niat awal kita adalah aksi damai”. Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menegaskan bahwa “Sebenernya kita bisa saja melawan, perang, tapi kita ini aksi damai, kita tidak boleh diadu domba melawan Polisi dan TNI, mereka saudara kita juga, kita fokus pada kasus penistaan Al Quran oleh Ahok”.




Jargon AKSI DAMAI kami ketika dibenturkan dengan aparat keamanan adalah “Melawan dengan tanpa melakukan perlawanan”.




Meskipun dalam tekanan yang sangat-sangat represif komando kami hanyalah;




– JANGAN MELAWAN!!!




– DIAM DI TEMPAT!!!




– JANGAN MAJUUU!!!




Ingatlah Allah swt. senantiasa menjaga kesucian Al Quran dan jangan ada yang menistakannya.




Jakarta, 5 Nov 2016




Pimpinan GNPF MUI




Habib Rizieq Syihab (Pembina)




KH. Bachtiar Nasir (Ketua)




KH. Misbahul Anam (Wakil Ketua)




KH. Muhammad Zaitun Razmin (Wakil Ketua)




Sumber : dari berbagai media online

Menurut Ahli Tata Bahasa Pernyataan Ahok “Dibohongin Pakai Surat Al Maidah 51”

2:23 PM 2 Comments
Menurut Ahli Tata Bahasa Pernyataan Ahok “Dibohongin Pakai Surat Al Maidah 51”
Ahok berdalih tidak ada pernyatannya yang menistakan Al Quran. Begitupun dengan para pembelanya seperti Nusron Wahid.

Namun, analisis ilmiah dari sisi linguistik ini mematahkan pembelaan Ahok dan para pendukungnya.

Baik dalam video singkat maupun video lengkap terdapat pernyataan Ahok “Dibohongin Pakai Surat Al Maidah 51”. Kalimat itu asli, bukan editan.

Berikut ini analisis dari ahli tata bahasa Brili Agung seperti beredar di media sosial.

 

Membedah Sisi Linguistik Kalimat Pak Basuki


Oleh : Brili Agung (Ahli Tata Bahasa)

Sebenarnya saya sudah malas untuk membahas hal ini. Namun nurani saya terusik saat pembela Pak Basuki berdalih tidak ada yang salah dengan kalimat Pak Basuki. Salah satu yang membuat saya heran adalah pernyataan Pak Nusron Wahid yang notabenya adalah tokoh NU.

Baik, dalam tulisan ini saya tidak akan berpolemik masalah agamanya (jelas saya bukan ahlinya). Tulisan ini akan lebih difokuskan untuk membedah sisi linguistik, sisi kaidah bahasa yang beliau gunakan.

Ini adalah potongan kalimat beliau :

*“Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macam-macam..”*

Sengaja saya fokuskan pada kalimat yang menimbulkan polemik ini. Saya sudah melihat keseluruhan video, dan memang masalahnya ada pada frasa ini.






*Terjemahan versi sebagian besar orang* : Pak Basuki menistakan surat Al Maidah. Al Maidah 51 dibilang bohong oleh Pak Basuki.
*Terjemahan versi pembela Pak Basuki* : Pak Basuki tidak menistakan Al Maidah 51. Dia menyoroti orang yang membawa surat Al Maidah 51 untuk berbohong.

Mari kita bedah dengan kepala dingin. Jika kita ubah kalimat di atas dengan struktur yang lengkap maka akan menjadi seperti ini :
“Anda dibohongin orang pakai surat Al Maidah 51” – Ini adalah kalimat pasif.

Anda : Objek
Dibohongin : Predikat
Orang : Subjek
Pakai surat Al Maidah 51 : Keterangan Alat

Dengan struktur kalimat seperti ini, jelas yang disasar dalam kalimat Pak Basuki adalah SUBYEK nya. Yaitu “orang ” . Dalam hal ini orang yang menggunakan surat Al Maidah 51.

Karena Surat Al Maidah 51 di sini hanya sebagai keterangan alat yang sifatnya NETRAL. Saya analogikan dengan struktur kalimat yang sama seperti ini :

“Anda dipukul orang pakai penggaris.”

Struktur kalimat di atas sama, yaitu : OPSK . Jenis kalimat pasif. Subyek ada pada orang. Sedangkan penggaris merupakan keterangan alat yang bersifat netral.

Di sini menariknya.

Penggaris memang bersifat netral. Bisa dipakai menggaris, memukul dan yang lainnya tergantung predikatnya. Yang menentukan apakah si penggaris ini fungsinya menjadi positif atau negatif adalah predikatnya.

Nah masalahnya adalah apakah Surat Al Maidah 51 bisa digunakan sebagai alat untuk berbohong?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bohong/bo•hong/ berarti tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya; dusta:

Dan inilah arti dari surat Al Maidah 51 tersebut : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Makna dari surat Al Maidah 51 tersebut sudah sangat jelas. Bukan kalimat bersayap yang bisa dimultitafsirkan. Tanpa dibacakan oleh orang lain, seseorang yang membaca langsung Surat Al Maidah 51 pun mampu memahami artinya.

*Kesimpulan saya, dengan makna sejelas ini surat Al Maidah 51 TIDAK BISA DIJADIKAN ALAT UNTUK BERBOHONG. Jadi ketika Pak Basuki berkata dengan kalimat seperti itu, sudah pasti dia menyakiti umat islam karena menempatkan Al Maidah 51 sebagai “keterangan alat” yang didahului oleh predikat bohong. Menempelkan sesuatu yang suci dengan sebuah kata negatif, itulah kesalahannya.*

Sebuah logika yang sama dengan kasus seperti ini :

Seseorang Ustadz menghimbau jamaahnya : "Jangan makan babi, Allah mengharamkannya dalam Surat Al Maidah ayat 3".
Pedagang babi lalu komplain. "Anda jangan mau dibohongi Ustadz pake Surat Al Maidah Ayat 3".
atau Seseorang Ustadz menghimbau jamaahnya, " Al Quran mengharamkan khamr dan judi dalam Surat Al Maidah ayat 90".
Bandar judi dan produsen vodka pun protes, "Anda jangan mau dibohongi Ustadz pakai Surat Al Maidah Ayat 90. "

Jika Anda sudah membaca arti Surat Al Maidah Ayat 3 dan 90 , mana yang akan Anda percaya? Ustadz yang memberitahu Anda atau Pedagang Babi, Khamr, dan Bandar Judinya ?

Itu pilihan Anda. Namun sebagai orang yang mengaku muslim, jika Al Qur’an dan As Sunnah tidak menjadi pegangan utama kita, apakah kita masih layak menyebut diri kita muslim?
Video Singkat !

Video lebih Lengkap !

Apa itu Musibah dan Mengapa harus ada Musibah?

11:48 PM Add Comment
Apa itu Musibah ? Musibah dalam kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan celaka, bencana, malapetaka. Dalam Al-quran setidaknya ada 67 kali kata yang seakar dengan kata musibah dan 10 kata musibah. Musibah pada awalnya mempunyai arti “sesuatu yang menimpa atau mengenai.” Sebenarnya sesuatu yang menimpa itu tidak terlalu buruk, tetapi kata musibah memiliki konotasi buruk.

Apa itu Musibah dan Mengapa harus ada Musibah?
 
Pertanyaannya, kenapa harus ada musibah? Disini saya kembali tegaskan bahwa hidup itu ujian. Ujian ini bisa berupa sesuatu yang kita benci juga bisa berupa sesuatu yang kita senangi. Untuk itu jangan mengira bahwa kita diberikan kedudukan dan kekayaan yang melimpah adalah tanda cinta Allah kepada kita. Begitu juga sebaliknya ketika kita miskin dan hidup kesusahan adalah tanda kebencian Allah kepada kita. Semua itu adalah cara pandang yang keliru. Allah sangat membeci kepada orang-orang yang ketika di beri kenikmatan lalu berkata, “saya disenangi Allah,” dan kalau Allah menguji dia sehingga mempersempit hidupnya, dia lantas berkata, “Allah membenci saya, Allah menghina saya.” 

“Katakanlah: “sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”( QS. At-Taubah:51)

 
“Katakanlah: “sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”( QS. At-Taubah:51)

source gambar: flickr

Karma Dalam Pandangan Islam

12:20 AM Add Comment
Muslimharian.com - Hukum karma dalam ajaran Islam bermakna reaksi dari amalan-amalan baik dan buruk manusia. Menurut Islam, reaksi dan hasil sebagian perbuatan manusia akan nampak terlihat di dunia ini berupa efek wadhi amalan-amalan dan kembali kepada manusia itu sendiri.

Hukum karma dalam ajaran Islam bermakna reaksi dari amalan-amalan baik dan buruk manusia. Menurut Islam, reaksi dan hasil sebagian perbuatan manusia akan nampak terlihat di dunia ini berupa efek wadhi amalan-amalan dan kembali kepada manusia itu sendiri.

Karena itu, apabila amalan-amalan ini, baik dan terpuji maka ia akan memiliki efek-efek wadhi yang baik; sebagai contoh apabila seseorang bersilaturahmi atau berbuat baik kepada kedua ayah dan ibu maka usia nya akan bertambah.[1] Dan apabila amalan-amalan buruk dan tercela maka efek wadhi-nya juga akan buruk dan akan membuat manusia menderita; seperti seseorang yang melakukan perbuatan zina maka rezekinya akan berkurang atau seseorang yang membunuh ayahnya, bahkan sekiranya ia tidak diqisas usianya akan berkurang.[2]

Adapun karma dalam agama-agama non Ilahi dan selain agama Islam, merupakan salah satu keyakinan agama-agama Hindu, Budha dan agama-agama Asia Tenggara yang bermakna reinkarnasi dan gambaran dari reinkarnasi yang tentu saja tertolak dalam Islam.

Karma (bahasa Sansekerta: Karma, karma, (Karman ;bertindak, tindakan, kinerja); (Pali:kamma) adalah konsep aksi atau perbuatan yang dalam agama India dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kausalitas (yaitu, siklus yang disebut samsara). Konsep ini berasal dari India kuno dan dijaga kelestariannya di filsafat Hindu, Jain, Sikh, and Buddhist.

Dalam konsep karma, semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan. Hasil atau buah dari tindakan disebut karma-phala.

Karena pengertian karma adalah pengumpulan efek-efek (akibat) tindakan/perilaku/sikap dari kehidupan yang lampau dan yang menentukan nasib saat ini, maka karma berkaitan erat dengan kelahiran kembali (reinkarnasi). Segala tindakan/perilaku/sikap baik maupun buruk seseorang saat ini juga akan membentuk karma seseorang di kehidupan berikutnya

Orang Paling Celaka dan Rugi Ialah Dihormatinya Karena Ditakuti

12:05 AM Add Comment
Muslimharian.com - Berkaitan tentang akhlak, semua orang pasti ingin dihormati dan dihargai. Sebagian memilih jalan senyuman dan akhlak untuk meraih respect dari orang sekitarnya.

Berkaitan tentang akhlak, semua orang pasti ingin dihormati dan dihargai. Sebagian memilih jalan senyuman dan akhlak untuk meraih respect dari orang sekitarnya.

Sebagian yang lain membuang senyumnya, mengeraskan suara nya, menyeramkan wajahnya agar ia ditakuti dan dihormati.Ia tampil dengan sesangar-sangarnya agar tidak ada yang berani membantah atau melawannya. Semua harus tunduk dan menuruti keinginannya.

Rasul pun bersabda mengenai tipe manusia seperti ini, beliau bersabda,Umatku yang paling celaka adalah orang yang dihormati karena orang lain takut kepadanya.

Tak perlu wajah seram untuk dihormati. Sebelumnya kita telah melihat bahwa salah satu keuntungan dari akhlak yang baik bukan hanya memperoleh penghormatan saja, tapi bisa menumbuhkan cinta dan kasih sayang. Seperti kisah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang merubah kebencian seseorang pada dirinya hanya dengan kebaikan akhlaknya.

Sebagian bertanya, Tapi ini telah menjadi watak dan karakter saya? Sudah dari dulu watak saya keras, mudah marah dan sulit berlemah-lembut. Ini sudah bawaan dari kecil dan tidak bisa diubah.Kita akan jawab, Tidak ada sesuatu yang tidak bisa diubah !

Dalam tubuh kita ada organ yang bergerak secara otomatis dan diluar kendali kita. Seperti detak jantung yang memompa darah dan perut yang mencerna makanan. Tapi ada pula organ yang bisa kita kendalikan. Seperti menggerakkan tangan dan kaki.

Watak dan karakter sebenarnya berada dalam kendali kita. Tapi karena sudah tertanam dan menjadi kebiasaan, akhir nya susah untuk diubah. Tapi ingat, tidak ada yang tidak bisa dirubah. Rasul pun bersabda,Sesungguhnya ilmu didapat dengan belajar, kelembutan didapat dengan berlatih melembutkan diri dan kesabaran didapat dengan berlatih untuk bersabar.

Jika hewan liar saja bisa dilatih untuk menjadi jinak dan pintar apalagi manusia yang memiliki akal dan hati. Jika manusia tidak bisa berubah maka perintah dan larangan Allah akan sia-sia, karena Allah tidak akan memberi sesuatu diluar batas kemampuan hamba-Nya.

Perintah dan larangan adalah sarana untuk membiasakan diri kita selalu berada di jalur yang tepat. Untuk melatih diri berakhlak kepada Allah , Rasul-Nya dan kepada sesama. Karena tanpa akhlak, segala amal perbuatan kita akan luntur tak berarti. Sungguh akhlak yang buruk itu merusak amal seperti cuka merusak madu.(Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam)

Akhlak Siapa yang harus kita tiru?

Kita telah mengetahui pentingnya membina akhlak, lalu akhlak siapa yang seharusnya kita tiru?

1. Akhlak Allah Subahanu Wata’ala

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,Berakhlak Lah dengan Akhlak Allah Bagaimana cara mengetahui Akhlak Allah ? Dengan melihat kepada sifat-sifat-Nya, bagaimana Dia Memperlakukan hamba-Nya, bagaimana Dia Membalas kebaikan, Memaafkan kesalahan dan sifat-sifat lainnya yang penuh dengan keindahan.

2. Akhlak Al-Quran

Coba lihat lah kepada Al-Quran, sebuah buku pedoman akhlak terbaik sepanjang masa. Sebagaimana yang ditampilkan dengan sempurna oleh manusia dengan puncak kesempurnaan akhlak. Tiada lain adalah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Karena akhlak beliau adalah akhlak Al-Quran

3. Akhlak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

Rasul bersabda, Aku dididik oleh Tuhanku dan itulah sebaik-baik didikan.Seringlah membaca sejarah dan pesan-pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka akan kita temukan keindahan budi pekerti yang tak pernah kita bayangkan. Sungguh islam tersebar karena kelembutan hati beliau.

--Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.(Ali Imran 159)

Islam adalah akhlak dan akhlak adalah islam. Semoga kita mampu melatih diri kita untuk bergabung bersama golongan orang-orang yang berakhlak mulia. Karena Rasul bersabda,Bukan bagian dari kami siapa yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.

Jika bukan termasuk golongan Rasulullah dengan Qur’an dan Sunnah ? Akan ikut golongan siapa kita? 

Penulis: Veri Fauzan
sumber gambar: Flickr(comersial use and Mod Alowed)

Jagalah Diri dari Sifat Ujub dan Berbangga Hati

11:35 PM Add Comment
Muslimharian.com - Ibnul Qayyim Al-Jauziyah memberi nasihat tentang keharusan untuk menjauhkan diri dari ujub. Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan sholat malam, maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tidur.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah memberi nasihat tentang keharusan untuk menjauhkan diri dari ujub. Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan sholat malam, maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tidur.

Jika Allah mudahkan bagimu melaksanakan puasa, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berpuasa dengan tatapan menyepelekan.

Jika Allah memudahkan bagi mu pintu untuk berjihad, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan.

Jika Allah memudahkan pintu rizki bagimu, janganlah memandang orang-orang yang memiliki utang dan kurang rezeki dengan pandangan mengejek dan mencela. Semua yang kau terima adalah titipan Allah yang akan dipertanggungjawabkan kelak.

Jika Allah memudahkan pemahaman agama bagimu, jangan lah meremehkan orang-orang yang belum faham agama dengan pandangan hina.

Jika Allah mudahkan ilmu bagimu, jangan lah sombong dan bangga diri, karena Allah Lah yang memberimu pemahaman itu.

Boleh jadi orang yang tidak mengerjakan qiyamul lail, puasa (sunnah), tidak berjihad, dan sebagainya itu lebih dekat pada Allah daripadamu, karena ada amalan lain yang mereka rahasiakan.

Selanjutnya beliau berkata, "Sungguh engkau terlelap tidur semalaman dan pagi harinya menyesal, itu lebih baik bagimu daripada qiyamul lail semalaman namun pagi harinya engkau merasa takjub dan bangga diri. Sebab orang yang merasa bangga dengan amal nya, maka amal itu tidak akan pernah naik (ke arsy).

Penulis:Veri Fauzan
sumber gambar. google image ( lisense komersial dan Modifikasi)

Kenapa Kita Tunda-tunda Panggilan-Nya?

11:37 PM Add Comment
Muslimharian.com - Seruan Allah dengan keras memanggil kita. Lima kali seruan itu dikumandangkan di masjid-masjid. Karena seringnya orang mendengar suara itu, tidak jarang diantara mereka mengabaikannya. Bahkan ada sebagian yang merasa terganggu dengan panggilan itu. Tidak jarang mereka mengeluh kecewa, seakan mereka mendapatkan kritik dari atasannya. Mereka tidak lagi nyaman ketika seruan Allah mendayu-dayu memanggilnya. Seruan itu bukan lagi dianggap sebagai pengingat, tetapi sebagai penghambat.

Begitulah, sikap kebanyakan manusia ketika mendengar adzan. Seruan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya untuk tidak melupakan urusan akhirat. Seruan agar mereka tidak merugi. “hayya ‘alash sholah’, mari mendirikan shalat. Shalat yang membawa ketenagan jiwa dan keberkahan hidup. Hayya ‘alal falah, meri mencari kebahagiaan. Kebahagiaan hakiki yang abadi kelak disurga. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “wahai bilal, dirikanlah (adzan) shalat, agar kita tenang menjalankannya. (HR. Abu Dawud).
Adzan dan shalat merupakan dua sejoli yang tidak mungkin dipisahkan dari seorang muslim. Walaupun adzan diperintahkan setelah perintah shalat, namun adzan telah menjadi salah satu syiar agama Islam. Adzan juga merupakan salah satu kebesaran Allah subhanahu wata’ala dan tanda bahwa Islam adalah agama yang diridhai-Nya. Dijelaskan bahwa kumandang adzan akan selalu mengudara dalam waktu 24 jam, tanpa henti diseluruh penjuru bumi, secara bergantian para muadzin terus menerus mengumandangkan kebesaran Allah, kalimat syahadat, menyeru shalat, dan kebahagiaan.
Tanda kebesaran Allah ini, insya Allah akan berlangsung hingga akhir zaman. Diawali ketika adzan subuh dibagian timur Indonesia dan sebelum berakhir adzan isya di benua Amerika, adzan subuh kembali berestafet dimulai dari bagian timur Indonesia. Masya Allah, begitu luar biasa panggilan Allah kepada seluruh manusia. Selama 24 jam tanpa henti.
Pertanyaannya adalah lalu kenapa manusia masih banyak yang enggan memenuhi seruan Allah yang luar biasa itu? Bahkan, walaupun sudah menjadi tetangga masjid pun, tidak pernah shalat berjamaah ke masjid. Tidakkah kita malu dengan kisah Abdullah bin Ummi Maktum? Dia adalah seorang sahabat nabi yang tua dan buta.
Suatu hari, Abdullah bin Ummi Maktum menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melaporkan keadaanya yang buta dan tidak adanya orang yang menuntunnya untuk shalat berjamaah di masjid. Padahal, rumahnya dengan masjid lumayan jauh. Untuk itulah, ia meminta keringanan agar diizinkan tidak shalat berjamaah di masjid. Mendengar penuturan itu, Rasulullah pun mengizinkannya. Namun, ketika Abdullah berpaling, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam seraya bersabda, yang artinya: “ Apakah engkau mendengar panggilan untuk shalat?” Dia menjawab, “Ya”. Maka beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “kalau begitu, penuhilah!” (HR. Abu Dawud)
Dua hadist diatas sangat jelas menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak memberikan izin untuk orang yang buta tersebut meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Alasannya sederhana, karena ia masih mendengar panggilan adzan.
Untuk itu,ketika kita mendengar adzan, itu artinya kita diperintahkan untuk segera mempersiapkan diri memenuhi panggilan-Nya. Sambutlah dengan penuh cinta. Jangan sekali-kali ditunda-tunda. Karena setan pasti akan menggoda kita untuk menunda-nunda. Sambutlah dengan penuh kehangatan dan sepenuh hati, tapi tidak perlu tergesa-gesa.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “ Apabila kamu mendengar iqamah, maka pergilah kamu ke tempat shalat dan kamu harus belaku tenang dan bersikap sopan, janganlah kamu tergesa-gesa. Apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya Imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang kamu ketinggalan, sempurnakanlah. (HR. Bukhari, Abu Dawud, Ahmad).
Hasan al-Bana rahimahullah berpesan, “segera pergilah untuk shalat ketika anda mendengar panggilan adzan, dalam kondisi apapun!”
Jangan pernah kita menundanya, karena itu adalah awal kita meremehkannya dan itu adalah pintu untuk meninggalkannya.










Allah Subhanahu Wata’ala itu Pencemburu

11:12 PM 1 Comment
Muslimharian.com - "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah , maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa [4]: 48)

Tuhan akan sangat cemburu ketika hamba-Nya membagi cinta dan perhatian-Nya kepada selain-Nya. Dia akan murka kepada hamba-Nya yang menduakan-Nya.

Pernahkah kita bayangkan, bagaimana perasaan kita, jika seseorang kita cintai dan sayangi menduakan cinta dan sayang dengan yang lain? (Na'udzu billah...kita berharap semoga hal ini tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan kita).

Pasti kita akan kecewa, marah, sedih, karena ketulusan cinta kita telah dikhianati. Kita cemburu ketika ada orang lain berusaha menaruh perhatian, apalagi memberikan cinta, kasih dan sayangnya kepada orang yang kita cintai, kasihi dan sayangi. Kita tidak ingin rasa cinta dan sayang seseorang yang kita cintai dan sayangi dibagi dengan yang lain. Kita menginginkan rasa cinta dan sayang yang utuh, suci, dan murni.

Demikian juga halnya dengan Tuhan. Dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang cita dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya begitu suci, tulus dan murni tidak ingin hamba-Nya membagi cinta-Nya dengan selain-Nya. Dia sangat senang jika hamba-Nya mencurahkan segala rasa, perhatian, serta cintanya hanya kepada-Nya semata. Cinta yang utuh, tidak terbagi.
Tuhan akan sangat cemburu ketika hamba-Nya membagi cinta dan perhatian-Nya kepada selain-Nya. Dia akan murka kepada hamba-Nya yang menduakan-Nya.

Ayat di atas menunjukkan betapa murkanya Allah Subhanahu Wata’ala ketika ada hamba-Nya yang menyekutukan-Nya dengan yang lain. Allah sangat benci kepada hamba-Nya yang mencurahkan perhatian, cinta serta pengabdiannya kepada selain-Nya. Bahkan, satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni oleh-Nya adalah ketika seorang hamba mengabdi, menyembah, memohon kepada selain-Nya, yang dalam istilah agama disebut syirik.

Syirik adalah perilaku menyekutukan Allah dengan yang lain. Syirik adalah menduakan Allah dengan selain-Nya. Syirik adalah membagi cinta dan perhatian kepada selain Allah. Syirik adalah menghamba, mengabdi kepada selain Allah.

Dan Allah pun cemburu ketika hamba-Nya tidak mengabdi kepada-Nya secara tulus. Dan Allah pun cemburu ketika hamba-Nya membagi perhatian dengan selain-Nya. Dan Allah pun cemburu ketika hamba-Nya menduakan-Nya. Dan Alloh pun cemburu ketika hamba-Nya memohon kepada selain-Nya. Dan Allah pun cemburu ketika hamba-Nya lebih mencintai dunia; harta, kedudukan dan jabatan, popularitas, pasangan, keturunan. Dan Allah pun cemburu ketika hamba-Nya lebih menyibukkan diri dengan urusan dunia serta melupakan urusan akhirat. Dan Allah pun cemburu ketika hamba-Nya lebih patuh kepada atasannya, pimpinannya, daripada taat kepada-Nya. 

Penulis: Veri Fauzan
Editor : Edwar Ramadhan
Sumber gambar : Flickr (Lisensi komersial dan Modifikasi)

Inilah Siksa Azab Di Alam Kubur Serta Penyebabnya

11:28 PM Add Comment
Sesuai dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, kenikmatan-kenikmatan atau azab di alam barzah akan dirasakan jasad dan roh. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Qoyyim dalam kitabnya ar-Ruh " Ketahuilah, mazhab salaful Ummah dan para imam sunnah bersepakat bahwa seorang hamba setelah mati berada dalam nikmat atau azab di alam kubur. hal itu menimpa roh dan jasadnya. Setelah roh berpisah dari badan, maka ia terus berada dalam nikmat atau azab. Terkadang hal itu juga menimpa badan. Kemudian, pada saat kiamat besar, roh-roh tersebut dikembalikan ke badan lalu semuanya bangkit dari alam kubur.”(ar-Ruh: Ibnu qoyyim:53)

MuslimHarian.com - Sesuai dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, kenikmatan-kenikmatan atau azab di alam barzah akan dirasakan jasad dan roh. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Qoyyim dalam kitabnya ar-Ruh " Ketahuilah, mazhab salaful Ummah dan para imam sunnah bersepakat bahwa seorang hamba setelah mati berada dalam nikmat atau azab di alam kubur. hal itu menimpa roh dan jasadnya. Setelah roh berpisah dari badan, maka ia terus berada dalam nikmat atau azab. Terkadang hal itu juga menimpa badan. Kemudian, pada saat kiamat besar, roh-roh tersebut dikembalikan ke badan lalu semuanya bangkit dari alam kubur.”(ar-Ruh: Ibnu qoyyim:53)

Banyak hadits yang menjelaskan tentang berbagai gambaran siksaan yang diterima oleh orang yang durhaka dalam kuburnya, diantaranya adalah Hadits Abu Hurairah radhiallahu'anhu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Salam telah mengabarkan kepada kita mengenai orang yang terbunuh di medan jihad yang mengambil Mantel dari harta rampasan dan mantel itu berubah menjadi api yang membakarnya di dalam kubur. Orang ini sebenarnya juga mempunyai hak terhadap harta rampasan namun ia mengambilnya sebelum dibagi.( HR. Bukhari)

Jurus Langit Yang Membuat Rezeki Mengalir Deras

5:06 PM Add Comment

Allah telah memberikan rezeki bagi masing-masing hamba-Nya. Rezeki itu tidak akan tertukar satu sama lain, meskipun rezeki sudah tersedia tapi kita harus tetap berusaha menjemputnya. Tidak mungkin jika kita berdiam diri saja, kemudian rezeki itu datang dengan sendirinya. Dalam suatu surah dikatakan “apabila penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa maka Allah akan memberikan berkah dari langit dan bumi pada mereka. Namun apabila mereka mendustakan ayat-ayat Allah maka Allah akan memberinya siksa karena perlakuan mereka sendiri.”  Lalu jurus-jurus apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan rejeki?

Allah telah memberikan rezeki bagi masing-masing hamba-Nya. Rezeki itu tidak akan tertukar satu sama lain, meskipun rezeki sudah tersedia tapi kita harus tetap berusaha menjemputnya. Tidak mungkin jika kita berdiam diri saja, kemudian rezeki itu datang dengan sendirinya. Dalam suatu surah dikatakan “apabila penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa maka Allah akan memberikan berkah dari langit dan bumi pada mereka. Namun apabila mereka mendustakan ayat-ayat Allah maka Allah akan memberinya siksa karena perlakuan mereka sendiri.”

Lalu jurus-jurus apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan rejeki?

Sholat wajib tepat waktu

Shalat adalah kewajiban bagi setiap orang muslim. Apabila kita sholat di waktu yang tepat maka dapat memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Karena Shalat adalah salah satu sarana kita untuk berkomunikasi dengan-Nya. Abdullah Ibnu Mas'ud radhiallahu Anhu berkata aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “ Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “lalu apa lagi?” beliau menjawab, “ berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad dijalan Allah.”( HR. Bukhari)

Oleh karena itu hendaklah kita sebagai seorang muslim terus meningkatkan kualitas ibadah shalat yang kita lakukan setiap harinya dengan baik dan benar. Semata-mata demi mendekatkan diri dengan Allah sang pemegang rezeki hamba-Nya.

Silaturahim

Manfaat lain dari membina hubungan antar sesama atau dalam bahasa Islamnya adalah silaturahim bahwa ia bisa membuat rezeki seseorang menjadi bertambah luas dan memperpanjang usia. Hal ini disitir dari hadis nabi Shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi, “Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya Iya bersilaturahmi.” (HR Bukhari)

Patuh kepada kedua orang tua

Kemudian patuh kepada kedua orang tua, tentu sebagian dari kita ada yang bertanya-tanya apa hubungannya rezeki dan patuh kepada orang tua. Sebelumnya kita juga sering mendengar bahwa ridho Allah ada pada ridho orang tua khususnya ibu. Maka dari itu, mintalah doa restu orang tua di setiap langkah dan mintalah didoakan yang terbaik. Sungguh doa orang tua pada anak adalah doa yang mustajab niscaya rezeki mengalir deras karena jurus ini namun lakukanlah dengan penuh keikhlasan dan rasa kasih sayang jangan sampai rezeki belum datang penghormatan kita justru menghilang tidak mendapatkan rezeki yang diharapkan

Shalat Tahajud

Siapa yang meragukan baiknya berdoa pada saat sholat sunah tahajud. Sholat ini memiliki waktu yang sangat baik untuk berdoa, sebab pada saat inilah malaikat Allah turun dan mengamini setiap doa orang-orang yang melakukan shalat Tahajud. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda “Allah turun ke dunia atau bumi ketika 1/3 malam yang akhir. dan Allah berfirman: Barangsiapa yang berdoa kepadaku maka akan aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepadaku maka akan aku berikan.Dan barangsiapa yang meminta ampun kepadaku maka akan aku ampuni.” (HR Bukhari).

Sholat dhuha

Shalat dhuha merupakan salah satu amalan untuk memperlancar rezeki. Shalat sunnah ini dilakukan menjelang siang saat matahari sepenggalah naik. Rokaat yang berjumlah 2 sampai 12 rokaat dalam doanya terdapat permintaan tentang rezeki yang begitu luas. Jika sering melakukan shalat ini, Insyaallah bisa memperlancar rezeki dari arah yang tidak kita duga sebelumnya.

Menikah

Allah akan mencukupkan rezeki bagi kita yang menikah hal ini selaras dengan isi satu ayat yang memerintahkan bagi kita yang sendiri dan siap atau layak untuk menikah. Maka segeralah menikah! Apabila mereka miskin maka Allah akan membuatnya kaya dengan karunianya.

Sedekah

Perumpamaan balasan sedekah ialah seperti kita menanam sebuah biji. Dari satu biji itu akan tumbuh 10 batang, dari sepuluh batang akan tumbuh 10 ranting. Maka Allah akan melipatgandakan sedekah yang kita berikan dengan ikhlas dari satu biji menjadi 100 kali lipat.

Berprasangka baik

Sebagai hamba Allah Kita harus berfikir positif terhadap apa yang ditakdirkan untuk kita. Jika memang kita belum mendapat rezeki, mungkin Allah subhanahu wata’ala sudah menetapkan rezeki lebih besar dari yang kita harapkan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Sesungguhnya Allah disisi persangkaan hambanya dan Allah bersama hamba-nya ketika ia berdoa.” (HR muslim)

Itulah jurus pamungkas dalam meraih rezeki. Rezeki memang sudah diatur oleh Allah subhanahu wa ta'ala tapi hal yang terpenting adalah bagaimana cara mendapatkan rezeki tersebut. Jangan sampai kita mendapatkannya dengan cara mengambil dan merampas hak orang lain bahkan hingga menyakiti hati orang lain. Perhatikanlah juga keberkahan rezeki yang kita peroleh.

sumber image: flickr with comercial and mod allowed

Alquran Menantang Umat Manusia

11:59 PM Add Comment

Sastra dan puisi telah menjadi sarana ekspresi dan kreativitas manusia. Di semua budaya dunia juga menjadi saksi di mana sastra dan puisi pernah menjadi Primadona dan kebanggaan pada masanya.Hal tersebut mirip dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi pada zaman sekarang.

Sastra dan puisi telah menjadi sarana ekspresi dan kreativitas manusia. Di semua budaya dunia juga menjadi saksi di mana sastra dan puisi pernah menjadi Primadona dan kebanggaan pada masanya.Hal tersebut mirip dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi pada zaman sekarang.

Baik muslim atau non muslim sepakat bahwa Alquran adalah literatur berbahasa Arab bernilai tinggi. Al-quran juga telah menduduki posisi sebagai sastra Arab terbaik di muka bumi.

Alquran menantang umat manusia seperti termaktub dalam ayatnya:

وَإِن ڪُنتُمۡ فِى رَيۡبٍ۬ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُواْ بِسُورَةٍ۬ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ (٢٣) فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ‌ۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَـٰفِرِينَ(٢٤)

Artinya : "Dan jika kamu [tetap] dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami [Muhammad], buatlah satu surat [saja] yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (23) Maka jika kamu tidak dapat membuat [nya] dan pasti kamu tidak akan dapat membuat [nya], peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir." (24)  (QS Al Baqarah 23-24)

Tantangan dari Alquran adalah membuat satu surat yang semisal dengan apa yang ada di Alquran. Tantangan serupa diulangi dalam beberapa ayat dalam Al Quran beberapa kali bentuk tantangan ini adalah membuat sebuah surah yang paling tidak mirip dengan keindahan kefasihan kedalaman makna dengan surah-surah yang ada di dalam Alquran. Ternyata Sampai detik ini tantangan itu tidak pernah terpenuhi.

Pemikiran rasional manusia zaman sekarang tidak akan pernah menerima pendapat kitab suci suatu agama yang mengatakan bahwa dunia itu datar meski telah dikemas dengan bahasa yang puitis dan menarik itu. Karena kita hidup di era dimana manusia telah mengalami kemajuan dalam logika dan sains.

Tidak banyak orang yang menerima Al Quran sebagai kalam Ilahi begitu saja lantaran keindahan bahasanya. Setiap kitab suci yang diakui sebagai wahyu ilahi juga harus diterima akal dan logika manusia.

Menurut Fisikawan terkenal dan pemenang hadiah Nobel Albert Einstein mengatakan “ilmu tanpa agama itu lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan itu buta.” Maka dari itu marilah kita pelajari Al Quran dan menganalisanya apakah akan sejalan dengan ilmu pengetahuan modern atau tidak.

Alquran bukanlah sebuah buku ilmu pengetahuan tetapi kitab yang berisi tanda-tanda dalam bentuk ayat-ayat di dalam al-qur'an terdapat lebih dari 6000 tanda dan hingga saat ini sudah lebih dari 1000 tanda yang selaras dengan ilmu pengetahuan

Kita ketahui bersama bahwa sains adalah sesuatu yang terus mengalami perkembangan. Di muslimharian.com ini saya hanya menghadirkan ilmu sesuai dengan fakta ilmiah bukan sekedar hipotesis dan teori-teori yang hanya berdasar pada asumsi apalagi tidak didukung dengan bukti.

sumber photo: flickr with commercial and mod allowed

Kisah Nabi Idris Alaihissalam

1:00 AM 1 Comment

  " dan Ceritakanlah Hai Muhammad kepada mereka, kisah Idris yang tersebut di dalam al-quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan Seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
Tidak banyak keterangan didapat tentang kisah Nabi Idris, di dalam Al Quran maupun kitab-kitab tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi. Di dalam al-quran hanya terdapat dua ayat tentang Nabi Idris yaitu dalam surat Maryam ayat 56 dan 57 yang berbunyi sebagai berikut artinya :
" dan Ceritakanlah Hai Muhammad kepada mereka, kisah Idris yang tersebut di dalam al-quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan Seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam, putra dari yarid bin mihla'eil bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam alaihissalam dan dia adalah keturunan pertama yang dikaruniai kenabian menjadi nabi setelah Adam dan Syith.

Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir, di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadah menyembah Allah serta memberi beberapa pedoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamatkan diri dari siksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Ia hidup sampai berusia 82 Tahun.

Diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah:
1. Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.
2. orang yang bahagia, ialah orang yang mawas diri dan mengharapkan Syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal salehnya.
3. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa, maka ikhlaskanlah niatmu, demikian pula puasa dan sembahyang mu.
4. Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
5. Berita adlah kepada raja-raja mu Dan tunduklah kepada pembesar-pembesar Mu serta penuhilah selalu mulut mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.
6. Janganlah mengirim orang-orang yang mujur nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya itu.
7. Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
8. Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya, seseorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.

Dalam hubungan dengan firman Allah bahwa Nabi Idris diangkat ke martabat tinggi, Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat, dibawa oleh seorang malaikat, Wallahu a'lam bishowab


sumber photo :flickr, comercial and mods allowed licensed

Ketika Dunia Tidak Lagi Berharga

12:37 AM Add Comment
Sebagaimana Allah tegaskan dalam banyak ayat, diantaranya dalam Surat Al Hadid: 20, " ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat( nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. "
muslimharian.com - Seorang mukmin harus sadar dan mengerti tentang hakikat dunia dan akhirat. Dunia bagi seorang mukmin adalah tempat yang fana dan sementara, layaknya seorang musafir yang pasti akan kembali. Semua akan berakhir dengan datangnya kematian dan hari kiamat. Apa yang kita peroleh dan kita miliki menjadi hak bagi pewaris. Sedang kita sendiri kembali menuju dunia keabadian dengan membawa bekal yang kita siapkan sendiri dalam bentuk investasi amal. Karena itu, Islam mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam sandiwara dan permainan dunia yang penuh tipu daya. 
Sebagaimana Allah tegaskan dalam banyak ayat, diantaranya dalam Surat Al Hadid: 20, " ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat( nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. "


Kehidupan dunia dapat menipu siapapun, apalagi yang mudah tertipu. Namun yang jelas, hari yang pasti itu akan terjadi Bagi siapapun. Usia bukan menjadi syarat. Gelar akademik dan kekayaan tidak bisa menghalangi. Banyaknya teman dan pasukan tidak mampu mengubahnya. Hari itu adalah hari kematian bagi setiap anak manusia.

Dikisahkan, suatu hari, seorang raja yang saleh, Harun ar-Rasyid, pergi berburu. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seseorang yang bernama Bahlul. Harun berkata, " Berilah aku nasihat, hai Bahlul!"

Lelaki itu berkata, " wahai Amirul Mukminin, Dimanakah Bapak dan Abangmu sejak Rasulullah hingga bapakmu?"
Harun menjawab, "semuanya telah mati."
" Dimanakah istana mereka?" Tanya Bahlul.
" Itu istana mereka," jawab Harun. " di mana kubur mereka?"
"Ini, disini kubur mereka," jawab Harun.
Bahlul kemudian berkata, "Di situ istana mereka, di sini kubur mereka. Bukankah sekarang istana itu sedikitpun tidak memberi manfaat bagi mereka?"
"Kamu benar. Tambahlah nasihatmu, Hai bahlul! " kata Harun.
" wahai Amirul Mukminin, engkau diberi kuasa atas perbendaharaan kisra dan umur yang panjang. Apa yang dapat Kau lakukan? Bukankah kubur adalah perhentian terakhir bagi setiap yang hidup, kemudian engkau akan dihadapkan dengan berbagai masalah?"

" tentu, " kata Harun ar-rasyid.

Setelah itu harus pulang dan jatuh sakit tidak lama kemudian. Setelah beberapa hari menderita sakit, ajal pun menjemputnya. Dalam detik-detik terakhirnya. Dia berteriak kepada pegawainya, "kumpulkan semua tentara ku."

Tidak lama kemudian, datanglah mereka ke hadapan Harun lengkap dengan pedang dan perisai nya. Sungguh ramai, sehingga tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah., semuanya di bawah arahan Harun. Melihat mereka, Harun menangis dan berkata, " wahai Dzat yang tidak pernah kehilangan kekuasaan, kasihanilah hambaMu yang telah kehilangan kekuasaan ini." Tangisan itu tidak berhenti hingga ajal mencabut nyawanya.

Demikianlah kematian mengakhiri semua kehidupan dunia dengan segala warna dan dinamikanya. Kematian adalah awal dari kenikmatan atau penderitaan. Bagi orang-orang saleh, kematian merupakan awal kenikmatan Hakiki yang akan mereka rasakan. Sebaliknya bagi hamba yang durhaka, kematian adalah prahara dan musibah yang memilukan tanpa batas. Tidak ada yang mampu menyelamatkan dari prahara kematian, kecuali amal saleh yang kita lakukan. Masing-masing kita akan merasakan balasan amalnya. Sungguh, Allah tidak akan menyia-nyiakan apa yang dilakukan oleh para hamba-Nya. 
Semoga Allah selalu memberikan pertolongan dan ampunan kepada kita semua dan memudahkan kita untuk kembali kepada-Nya dengan Khusnul Khotimah. Amin 
sumber photo : Flickr with commercial use allowed.

Kalimat Yang Terlarang Diucapkan Ketika Berdoa

11:25 PM 1 Comment
 
muslimharian.com - Seringkali ketika kita berdoa yang tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang sejatinya terlarang. Bisa saja karena kita mengucapkan kata-kata itu, doa kita tidak di kabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala. Penasaran kan ! Apa saja kalimat-kalimat terlarang itu? Nah langsung saja simak pemaparan berikut ini.
 
muslimharian.com - Seringkali ketika kita berdoa yang tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang sejatinya terlarang. Bisa saja karena kita mengucapkan kata-kata itu, doa kita tidak di kabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala. Penasaran kan ! Apa saja kalimat-kalimat terlarang itu? Nah langsung saja simak pemaparan berikut ini.

Ketika manusia sedang diberikan ujian dan cobaan atau sedang membutuhkan sesuatu yang penting. Seorang muslim pasti langsung memanjatkan do’a pada Allah subhanahu wata’ala. Tak lain untuk diberikan jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada. Berdoa merupakan aktivitas spiritual dari seorang hamba untuk meminta sesuatu kepada sang pencipta. Bagi umat islam berdoa biasanya dilaksanakan seusai shalat baik itu shalat wajib maupun sunnah. Berdasarkan definisi doa memiliki arti yaitu memohon hajat kepada Allah subhanahu wata’ala.

Berdoa dapat menyembuhkan penyakit

Selain dikabulkan ternyata berdoa juga bisa menyembuhkan penyakit. Pada tahun 1996, Nancy snyderman melakukan penelitian agama dan terapi penyembuhan penyakit dan ia mendapat kesimpulan bahwa terapi medis yang tidak diiringi dengan doa tidak dapat bekerja dengan maksimal, begitu pula do’a yang tidak di iringi dengan terapi medis. Berkaitan dengan ini Utsman bin Abil Ash radiallahu ‘anhu pernah meriwayatkan, “ Aku pernah mengalami sakit yang hamper membunuhku. Kemudia Rasulullah berkata: ‘Pijatlah dengan tangan kananmu tujuh kali, dan katakanlah : Aku minta perlindungan atas kekuasaan dan kehendak Allah, dari segala kejahatan yang aku temui.’ Kemudian Aku melakukannya dan Allah menghilangkan sakit yang kualami. Kemudian aku menganjurkan cara ini kepada keluargaku dan orang-orang lainnya.” ( HR. Abu Dawud)

Tapi berdoa tak hanya berdzikir lalu meminta, justru lebih dari itu dan ada adab yang mengaturnya. Hal inilah yang terkadang dilupakan oleh kita seperti berdoa di waktu yang mustajab, setiap sepertiga malam terakhir, saat sujud, antara adzan dan iqomah dan sebagainya. “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-KU akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Al-Mu’min:60)

Ketika kita sudah bersungguh-sungguh dalamm berdoa dan selalu berdoa di waktu yang mustajab. Tetapi doa kita belum dikabulkan juga. Seketika setan langsung merayu kita sehingga kita langsung berburuk sangka pada Allah.sehingga berfikiran “Mengapa Allah tidak juga mengabulkan doa saya? Atau Allah tidak sayang kepada hambanya ini?” jika sudah memiliki pemikiran seperti itu, sebaiknya seorang muslim interospeksi diri dan ambill hikmahnya mengapa Allah belum juga mengabulkan doa kita. Atau bisa saja tanpa disadari ketika berdoa kita mengucapkan kalimat-kalimat yang terlarang. Dalam berdoa ternyata ada kalimat terlarang yang tidak boleh di ucapkan. Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasallam pun sudah menjelaskan bahwa kalimat ini sering di ucapkan namun sebenarnya tidak diperbolehkan. Lalu apa kalimat terlarang tersebut?

“Ya allah jika Engkau berkenan” itu adalah kalimat terlarang

Kalimat ini sering diucapkan oleh sebagian umat islam saat berdo’a, bahkan diantaranya beranggapan baiknya menggunakan kalimat ini ketika berdo’a. karena memang sepintas sepertinya tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut. Namun ternyata Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasallam lebih mengetahui kehendak Allah dari pada kita. Melalui Rasulullah Allah subhanahu wata’ala menyampaikan bahwa kalimat ini tidak disukai-Nya. Dan umat dilarang mengucapkan ini ketika berdoa. Kalimat itu adalah “ Ya Allah jika Engkau berkenan berilah hambamu uang yang banyak” atau “Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki”. Itulah yang menjadi kalimat terlarang ketika berdo’a. sepintas tidak ada yang salah, bukan?

Mungkin diantara kita sering mengucapkannya seusai sholat, karena kalimat ini terkesan lembut dan tidak memaksa Allah ketika meminta dan bentuk ketidaksungguhan dalam memohon. Namun ternyata kalimat tersebut tidak boleh diucapkan. Rasululllah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apa bila salah seorang dari kalian berdo’a, hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam memohon dan janganlah ia mengucapkan ‘Ya Allah jika Engkau berkenan maka berilah aku.’ Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa-Nya. ( HR. Bukhari) seorang ahli tafsir Imam Ibnu Abdil Bar rahimahullah menjelaskan tentang hadist tersebut. tersirat dari hadist tersebut bahwa menurutnya tidak ada yang dapat memaksa Allah subhanahu wata’ala. Allah hanya melakukan apa yang dikehendakinya dan Allah hanya mengabulkan apa yang dikehendakinya.

Ternyata ketika berdoapun ada adabnya dan ada peraturan yang harus kita tahu, karena jangan sampai ketika sudah berdo’a sungguh-sungguh tetapi kita mengucapkan kalimat yang tidak disukai oleh Allah subhanahu wata’ala. Ketika memanjatkan do’a, baiknya kita untuk bersungguh-sungguh dalam meminta, berdoa dengan hati yang amat khusuk, merendahkan diri kemudian merasa diri orang yang sangat fakir dan membutuhkan Allah. Serta jangan kita memaksa Allah untuk mengabulkan do’a kita. Karena Allah Maha Tahu apa yang dikehendaki-Nya.

Insya Allah dengan adanya informasi ini kita jadi semakin rajin shalat, berdoa dan mendekatkan diri pada Allah subhanahu wata’ala. Amin !


Celakalah Mereka Yang Shalatnya Sia-sia

12:12 AM Add Comment
Kalau kita beramal tidak di terima oleh Allah, lalu apa yang kita harapkan? Padahal kita semua akan kembali kepada Allah. Semua yang kita miliki dan kerjakan akan ada perhitungannnya. Tentu kita akan menemui kerugian yang nyata.

Perlu diketahui, bahwa ketika Allah memerintahkan sebuah kewajiban kepada hambanya, bukan berarti Allah membutuhkan kita. Tidak ! Allah tidak membutuhkan apapun dari kita. Allah Maha Kaya dan seluruh makhluk di alam semesta semuanya fakir, butuh kepada-Nya. Sebagaimana Allah jelaskan dalam Al-Qur’an yang artinya: “Hai manusia, kamulah yang membutuhkan kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi maha terpuji.” ( QS: Fathir:15). Untuk itu, sebenarnya semua manfaat ibadah itu dimaksudkan untuk kita sendiri, baik di kehidupan dunia maupun akhirat. Di akhirat, kita mengharapkan kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan dunia, yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan. Adapun di kehidupan dunia, hamper seluruh ibadah mempunya efek kontan yang bisa kita rasakan.

Ustadz Pun Harus Belajar Ikhlas Dalam Berdakwah

9:34 PM Add Comment
Pernah kita mendengar pendapat sebagian orang dalam mengkritisi seorang ustadz. Terutama yang sudah populer di layar kaca. Para ustad itu layaknya seorang artis dengan bayaran yang tinggi. Ada pula yang berpendapat bahwa hal ini , wajar-wajar saja karena mengingat program televisi juga didanai oleh sponsor dalam menayangkannya. Akan tetapi bagaimana jika seorang ustadz ini berdakwah di tengah masyarakat diluar media televisi, Seenaknya memasang tarif yang tinggi diluar sewajarnya? bukankah kita diperintahkan untuk berdakwah tanpa mengharap imbalan apapun ? Berikut pemaparannya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi agar amal ibadah kita di terima oleh Allah subhana hu wata’ala. Yaitu pertama niat ikhlas karena Allah. Kedua, beramal harus sesuai dengan ketentuan syariat. Ikhlas adalah pokok ajaran yang dibawa oleh para Nabi dan kunci deterimanya sebuah amal di sisi Allah subhanahu wata’ala. ( Ibnu Taimiyah, Majmu fatawa 10/49)

Ikhlas memiliki makna memurnikan seluruh niat amal kebajikan dan aktivitas yang akan, sedang, dan telah kita kerjakan, semata hanya karena Allah subhanahu wata ‘ala. Seseorang yang ikhlas karena amalnya harus berani memerdekakan dirinya dari segala harapan selain kepada allah subhanahu wata’ala. Ia hanya menjadi hamba Allah yang menciptakannya. Orang yang ikhlas harus pula berani membebaskan dirinya dari segala bentuk intervensi apapun yang bisa memperkeruh kemurnian amalnya. Orang yang ikhlas akan terus beraktivitas dalam kebaikan, baik dipuji atau di cela. Karena dia hanya mengharapkan balasan dari Allah. Untuk mencapai tahap itu, perlu latihan untuk mencapai puncak keihklasan.

Pernah kita mendengar pendapat sebagian orang dalam mengkritisi seorang ustadz. Terutama yang sudah populer di layar kaca. Para ustad itu layaknya seorang artis dengan bayaran yang tinggi. Ada pula yang berpendapat bahwa hal ini , wajar-wajar saja karena mengingat program televisi juga didanai oleh sponsor dalam menayangkannya. Akan tetapi bagaimana jika seorang ustadz ini berdakwah di tengah masyarakat diluar media televisi, Seenaknya memasang tarif yang tinggi diluar sewajarnya? bukankah kita diperintahkan untuk berdakwah tanpa mengharap imbalan apapun ? Berikut pemaparannya.

Bagaimana Berdebat dengan Para Munafiq Sejati

2:11 AM Add Comment

 Lalu bagaimana cara kita jika terlibat dalam suatu perdebatan bersama para munafik? Haruskan kita mengalah atau terus berargumen dengan ilmu yang ada sampai orang tersebut tak bisa mengelak lagi. Berikut pemaparannya !

Beberapa kali mungkin kita terjebak dalam debat kadang terlihat tak berujung. Akhirnya malah terjadi saling tuding, saling hina bahkan tak jarang kata-kata kasar terlontar. Biasanya salah satu pihak tidak mau kalah dan terus berargumentasi bahkan terkadang membantah ilmu yang sudah ada dan memaksakan pahamnya sendiri. Meskipun pahamnya tersebut cenderung tak masuk akal dan terkesan berbelit-belit. Nah jika anda merasa demikian maka segeralah mohon ampun kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebab bisa jadi anda terperangkap dalam 4 sifat munafik yang disebutkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Dari Abdullah bin Amr berkata Bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barang siapa tertanam dalam dirinya 4 hal, maka ia benar-benar seorang munafik sejati. Dan barang siapa dalam dirinya terdapat salah satu dari 4 hal, maka dalam dirinya tertanam satu kemunafikan sehingga ia meninggalkannya. Yaitu pertama, apabila berbicara ia berdusta. Kedua, apabila membuat kesepakatan ia menghianati. Ketiga, apabila berjanji ia mengingkari. Ke empat, apabila berdebat ia tidak jujur.” (HR. Muslim)

Lalu bagaimana cara kita jika terlibat dalam suatu perdebatan bersama para munafik? Haruskah kita mengalah atau terus berargumen dengan ilmu yang ada sampai orang tersebut tak bisa mengelak lagi. Berikut pemaparannya !

Jodoh dan Rezeki Takdir Allah atau Usaha Manusia

2:06 PM Add Comment

Sabar saja jodoh akan datang sendiri, jika sudah waktunya. Ungkapan ini memang cukup menentramkan hati. Meski belum juga menemukan seorang pendamping dalam hidup. Meyakini kalimat ini adalah cara paling ampuh untuk menenangkan diri sebagian orang. Ya, sama hal nya dengan jodoh yang diyakini telah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan dan telah ditulis di Lauhul Mahfudz. Rezeki pun dianggap telah lama digariskan oleh Sang Maha Pencipta.

Sabar saja jodoh akan datang sendiri, jika sudah waktunya. Ungkapan ini memang cukup menentramkan hati. Meski belum juga menemukan seorang pendamping dalam hidup. Meyakini kalimat ini adalah cara paling ampuh untuk menenangkan diri sebagian orang. Ya, sama hal nya dengan jodoh yang diyakini telah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan dan telah ditulis di Lauhul Mahfudz. Rezeki pun dianggap telah lama digariskan oleh Sang Maha Pencipta.

Makam Ahlul Bait di Damaskus Syiria

11:09 PM Add Comment
Tanah perkuburan Bab As-Saghir di pinggir kota damaskus merupakan salah satu pekuburan yang didalamnya terdapat makam ahlul bait, atau keluarga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Sejak ratusan tahun lamanya. Salah satu dari makam ahlul bait terkenal disini ialah makam Ummul Mukminin Hafsyah binti Umar bin al-Khathab.
 
Tanah perkuburan Bab As-Saghir di pinggir kota damaskus merupakan salah satu pekuburan yang didalamnya terdapat makam ahlul bait, atau keluarga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Sejak ratusan tahun lamanya. Salah satu dari makam ahlul bait terkenal disini ialah makam Ummul Mukminin Hafsyah binti Umar bin al-Khathab.

Hafsyah terkenal dengan sambungannya pada pengumpulan dan penyusunan Al-Qur’an untuk pertama kalinya di bawah khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq dan Utsman bin Affan. Beliau diberi kepercayaan menyimpan Al-Qur’an yang siap terkumpul dirumahnya. Semasa pemerintahan Utsman bin Affan, Al-Qur’an yang disimpan oleh Hafsyah menjadi rujukan para sahabat yang ditugaskan untuk menyalin Al-Qur’an kembali ke dalam bentuk mushaf.

Perkawinan pertama Hafsyah dengan sabahat Nabi, Khumais bin Khuzaifah bin Qais bin ‘Adi as-Sahni al-Quraisyi berakhir dengan gugurnya Khumais di medan Uhud, ketika itu umur Hafsyah baru 18 tahun. Umar bin Khattab berduka cita melihat anaknya yang masih muda itu kehilangan suaminya. Setelah masa ‘iddah Hafsyah habis, Umar berniat mencarikan suami pengganti buat anaknya. Umar bertemu dengan sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Utsman bin Affan. Lalu menawarkan anaknya untuk dikawini oleh salah seorang di antara mereka. Akan tetapi keduanya tidak memberikan jawaban yang di harapkan. Umar begitu sangat kecewa, lalu menyuarakan perasaannya pada Nabi Muhammad shalallhu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah menenangkan hati sahabatnya itu seraya bersabda, “Hafsyah akan menikah dengan laki-laki yang lebih mulia daripada Utsman, sedangkan Utsman akan menikah dengan wanita yang lebih mulia daripada Hafsyah.”

Sabda itu menenangkan hati Umar, karena maksudnya adalah Nabi Muhammad shalallhu ‘alaihi wasallam sendiri akan mengawini Hafsyah. Menjadi mertua Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Merupakan kebahagiaan yang tiada bandingannya buat Umar bin al-Khattab.

Perkawinan ini berarti memposisikan Umar setaraf dengan Abu bakar ash-Shiddiq dan Utsman bin Affan yang bermenantu dan bermertuakan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Hafsyah dikawini Nabi shalallhu ‘alaihi wasallam pada masa 625 M. ketika Nabi Muhammad shalallhu ‘alaihi wasallam. Wafat, Hafsyah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk beribadah. Hafsyah meninggal dunia pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan.

Istri baginda Nabi Muhammad shalallhu ‘alaihi wasallam lainnya yang di makamkan di Bab as-Shagir ini adalah Ummu salamah, ummul mukminin berbangsa Quraisy ini dari suku Bani Makhzum. Beliau berasal dari keturunan yang mulia. Ayahnya terkenal di kalangan pemuka Quraisy sebagai orang yang pemurah. Sebagaimana Hafsyah binti Umar al-Khattab, Ummu Salamah juga di timpa nasib yang sama. Suaminya, Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal mati syahid dalam pertempuran di uhud. Sebelum suaminya menghembuskan nafasnya yang terakhir, Ummu salamah berjanji tidak akan kawin lagi. Abdulla sendiri melarangnya berbuat demikian. Bahkan dia sempat berdoa semoga istrinya bisa mendapatkan suami lain yang lebih mulia di bandingkan dirinya. Doa suami yang beriman itu dikabulkan Allah subhanahu wata’ala.

Selesai iddah, Ummu salamah dilamar Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar al-Khattab, namun lamaran mereka tidak di terima. Ketika Nabi Muhammad mengirim pinangan, Ummu salamah memberikan alasan bahwa umurnya sudah cukup tua dan mempunyai beberapa orang anak. Akan tetapi Nabi sendiri tidak keberatan menerimanya. Maka berlangsunglah perkawinan Nabi dengan Ummu salamah pada bulan syawal tahun ke-4 Hijriah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam selalu menanyakan pendapat Ummu salamah karena sarannya kerap dipakai, seperti yang terjadi pada perjanjian Hudaibiyah. Ummu Salamah bersama Nabi menyaksikan perang Khaibar dan pembukaan kota Makkah (Fathu al- Makkah). Beliau turut serta dalam pengapungan Thaif, penggempuran khawazin dan Tsaqif. Beliau bersama Nabi di Makkah ketika Haji Wada’.

Allah memanjangkan umur Ummu Salamah sehingga sampai 84 tahun. Beliau merupakan istri Nabi yang terakhir meninggal dunia, yaitu sekitar tahun 63 Hijriah. Ummu Salamah di kuburkan bersama madunya, Ummu Habibah. Bersebelahan makan dengan Ummu Salamah, terdapat kubur Ramlah binti Abu Sufyan atau Ummu Habibah, seorang istri Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

Ummu Habibah juga anak Abi Sufyan bin Harb bin Umayyah, seorang pemimpin musyrikkin Makkah yang sangat kuat menentang dakwah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Abu Sufyan memeluk Islam setelah Nabi berhasil menaklukkan kota Makkah pada tahun 8 Hijriah. Ibunya Hindun binti Uthbah, seorang wanita pendendam. Ketika peperangan Uhud, Hindun telah membelah dada dan mengeluarkan hati Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi, lalu dikunyah karena geram kepada Hamzah, yang membunuh bapak dan saudara lelakinya yang tewas dalam perang Badar. Walaupun begitu, anaknya Ummu Habibah, memeluk islam bersama suaminya Ubaidullah bin Yasin, yang berhijrah ke Habsyah bersama sebagian umat Islam ketika itu.

Di Habsyah terjadi sesuatu yang tidak di inginkan oleh Ummu Habibah, Ubaidullah murtad memeluk agama Nasrani sekaligus memutuskan tali perkawinan mereka. Sesungguhnya ketaqwaan Ummu Habibah benar-benar teruji. Setiap takdir ada hikmah yang tersembunyi. Dalam keadaan tidak menentu itulah, datang pinangan dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Raja Habsyah sendiri yaitu Raja Najasyi meminang untuk Rasulullah yang berada di Madinah. Raja Najasyi menyediakan uang 400 dinar sebagai mahar. Hokum itu bisa dijadikan dalil bahwa nikah bisa melalui wakil.

Ummu habibah meninggal dunia pada tahun 44 Hijriah. Kisahnya memberikan pelajaran bahwa ganjaran Allah akan diberikan setelah sabar dan taqwa benar-benar teruji. Sesungguhnya Allah memberikan hidayah buat siapa yang dikehendakinya.

Ditanah pekuburan Bab as-Saghir terdapat tidak kurang dari 10 orang keluarga Nabi, salah satunya adalah Aban bin Utsman bin Affan. Ada yang beranggapan, selain Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang lain adalah Aban bin Utsman bin Affan. Ada sejarawan yang mengatakan bahwa Aban merupakan hasil perkawinan antara Utsman dengan Anak Rasulullah, Ruqayyah. Dikatakan, Utsman menikah dengan dua anak Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasallam yaitu Ruqayyah dan Ummu Kaltsum. Karena itu beliau dijuluki Dzun Nur’ain, yang artinya “Yang memiliki dua cahaya( yang menikah dengan dua putri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam).

Aban adalah salah satu diantara umat Islam yang turut menyembahyangkan jenazah Ali bin Abi Thalib. Aban mendapatkan didikan agama yang sempurna dari bapaknya, Utsman bin Affan dan mendapatkan jabatan yang sangat tinggi pada masa pemerintahan Bani Umayyah.

Tanah pekuburan Bab as-Saghir Damaskus bukan saja menempatkan makam keluarga Nabi, tapi juga maka, seorang pembantu yang mulia, Fiddah, wanita terhormat. Beliau pembantu pada anak Nabi, Fatimah al-Zahrah. Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Sayyidina Ali bukanlah seorang yang kaya dengan harta benda, miliknya yang paling berharga hanyalah Iman dan Islam. Karena ketaqwaan itulah beliau dipilih menjadi menantu oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Mahar yang diberikan Ali buat Fatimah hanyalah sebuah baju besi yang dipakainya pada waktu peperangan Badar.

Fatimah adalah wanita biasa, sehari-harinya dihabiskan hanya untuk urusan rumah tangga tak mengenal letih dan lesu. Sayyidina Ali bukannya tidak bernah memperhatikan kesulitan yang dialami oleh istrinya, namun himpitan hidup membuatnya tidak berdaya untuk mendapatkan pembantu rumah tangga. Lalu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam menghadiahkan kepada anaknya itu seorang pembantu, ternyata ia amat menggembirakan Fatimah. Walaupun Fiddah seorang pembantu, namun Fatimah melayaninya dengan sangat baik dan tidak bersikap kasar. Pekerjaan dibagikan sama rata diantara mereka berdua.

Suatu ketika cucu Rasulullah, Hasan dan Husein di timpa suatu penyakit yang tak kunjung sembuh. Fiddah kemudian bernazar jika keduanya sembuh. Begitulah cintanya Fiddah pada keluarga Rasulullah. Cintanya dibalas oleh Allah subhanahu wata’ala.

Di Bab as-Saghir, makan sayyidah Fatimah As-Sughrah adalah salah satu makam ahlul bait yang sangat ramai dikunjungi pengunjung. Makam cicit Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam ini sering menjadi tumpuan para peziarah, terutama dari Negara iran. Fatimah as-Sughrah, salah seorang anak dari Husein bin Ali bin Abi Thalib. Beliau terkenal sebagai seorang yang taat bertaqwa dan kuat beribadah. Sering menjalankan shalat sunnah di malam hari dan berpuasa di siang harinya.

Fatimah dikawinkan dengan sepupunya, Hasan bin Hasan yang terkenal dengan panggilan al-Hasan al-Mutsanna. Fatimah dan suaminya turut dalam peristiwa karbala. Beliau bersama keluarganya dalam perjalanan menuju Kuffah irak dan diserang oleh 4000 tentara yang lengkap bersenjata.

Husein bin Ali di tarik ke Kuffah oleh penduduk disana untuk ditawarkan khalifah menggantikan Muawiyah bin Abi Sufyan yang telah meninggal dunia. Tuhan menakdirkan Husein dan sahabatnya meninggal di karbala.

Fatimah bukan hanya di timpa kesedihan akibat ayahnya meniggal dunia, bahkan suaminya turut mati syahid dalam tragedy 10 Muharram tahun 61 hijrah itu. Hidupnya bersama Hasan al-Mutsanna melahirkan 4 orang anak. Menurut riwayat Fatimah kemudian menikah lagi dengan Abdullah bin Amru bin Utsman dan melahirkan dua orang anak.

Fatimah binti Husein meninggal dunia pada tahun 110 Hijriah. Fatimah dianggap sebagai perawi hadits. Beliau telah meriwayatkan beberapa hadits dari pada neneknya, Fatimah al-Zahrah, bapaknya Husein dan bibinya Zaenab. Beliau juga meriwayatkan hadits dari Bilal bin Rabah, Abdullah bin Abbas, Asma bin Umayiz, dan Aisyah Ummul mukminin. Akidahnya kokoh, peranginya mulia, taqwa dan sabarnya tahan uji. Sesungguhnya keluarga Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah keluarga yang di rahmati Allah subhanahu wata’ala.

Allah berfirman: “Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘And. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” ( QS. At-Taubah : 72).

Detik-detik Wafatnya Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam

7:18 PM Add Comment
Pagi itu rasulullah shalallhu 'alaihi wasallam, dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka, taati dan bertaqwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintai aku dan kelak-orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”

Pagi itu rasulullah shalallhu 'alaihi wasallam, dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka, taati dan bertaqwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintai aku dan kelak-orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh dan menatap sahabatnya satu per satu. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, dada Umar naik turun menahan nafas dan tangisnya. Utsman menghela nafas panjang, dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

“Rasulullah akan meninggalkan kita semua.” Desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menuaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir pasti akan menahan detik-detik berlalu, jika mereka bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar terdengar seorang yang berseru mengucapkkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya.

Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah ayahku sedang demam,” Kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu, wahai anakku?”

“Tak tahu, Ayah. Sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” Kata Rasulullah, Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. JIbril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua pintu surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Ternyata hal itu tidak membuat Rasulullah merasa lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, wahai Rasulullah?” Tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku, kelak?: Rasulullah bertanya kembali.

“Jangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” Jibril menjelaskan.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan, ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-utar lehernya menegang. “JIbril betapa sakit sakaratul maut ini?” ujar Rasulullah menahan sakitnya.

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam, dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu, JIbril?” Tanya Rasulullah kepada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah di renggut ajal?” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar, seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali lantas mendekatkan telinganya. “Uushikum bis-shalati, wama malaikat aimanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah diantaramu.”

Diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, Ummatii. – umatku, umatku, umatku…..

Sumber gambar: Flickr dengan lisensi commercial allowed

Shalat Idul Fitri Di Negara Minoritas Islam

5:30 AM Add Comment

Idul Fitri merupakan hari raya besar bagi umat Islam. Sebuah momen penuh suka cita dimana setelah sebulan berpuasa umat muslim menyambut kemenangan yang nyata. Di Indonesia mungkin kemeriahan dan ketenangan dalam perayaannya sudah menjadi kelaziman. Mengingat Indonesia merupakan Negara dengan penduduk islam terbanyak didunia. Lalu bagaimana dengan perayaaan Idul Fitri Negara-negara dimana umat Islam menjadi minoritas? berikut pemaparannnya!

Idul Fitri merupakan hari raya besar bagi umat Islam. Sebuah momen penuh suka cita dimana setelah sebulan berpuasa umat muslim menyambut kemenangan yang nyata. Di Indonesia mungkin kemeriahan dan ketenangan dalam perayaannya sudah menjadi kelaziman. Mengingat Indonesia merupakan Negara dengan penduduk Islam terbanyak didunia. Lalu bagaimana dengan perayaaan Idul Fitri Negara-negara dimana umat Islam menjadi minoritas? berikut pemaparannnya!
Di negeri Ratu Elizabeth yang belakangan menjadi sorotan dunia, karena keluarnya Negara ini dari Uni Eropa. Tersiar kabar pembatalan sholat Ied sebagai bentuk sentimen terhadap Brexit. Namun pada kenyataannya perayaan Idul Fitri di negara ini berlangsung dengan khidmat dan luar biasa. Di Birmingham misalnya sekitar 85000 jamaah membanjiri salah satu taman publik untuk melaksanakan sholat Ied. Selain shalat Idul Fitri, di tempat tersebut juga disediakan sarana bermain untuk anak-anak serta diramaikan pula dengan berbagai menu masakan dari berbagai komunitas muslim yang ada di Inggris. Tak lupa, kaum muslim inggris juga menggalang dana sejak ramadhan hingga lebaran dan terkumpul sekitar 17,5 milyar rupiah yang disumbangkan untuk kaum muslimin suriah.
Di Southampton, shalat Idul Fitri dilanjutkan dengan makan bersama yang di prakarsai muslim Indonesia dan terbuka bagi masyarakat sekitar Shouthampton. Sedangkan di London festival Eid Mubarak dihelat pada tanggal 2 syawal dan dibuka langsung oleh walikota Shadiq Khan momen tersebut tak hanya menyambut Idul Fitri tahun ini tapi juga merupakan penyampaikan pesan perdamaian dari umat muslim bagi dunia.
200 ribu Umat Islam Shalat Ied di Moskow
Kemeriahan dalam perayaan Idul Fitri serta pelaksanaan sholat Ied juga hadir di negeri beruang merah Rusia. Diperkirakan sekitar 200 ribu umat muslim di Moskow tersebut menghadiri sholat Ied di 4 masjid besar termasuk masjid Katedeal Moskow dan beberapa alun-alun Ibu kota Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam siaran persnya resmi, Kremlin juga turut mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Dalam rilis menyambut Idul Fitri itu, Putin juga menyebut kontribusi komunitas muslim bagi dialog antar etnis dan antar agama. Lebih jauh dikatakan bahwa di Rusia Islam adalah agama kedua paling banyak penyebarannya. Jumlah muslim di Rusia mencapai 20 juta orang atau sekitar 15 persen dari total populasi.

Shalat Ied Ditengah Pandangan Negatif di Amerika
Di negeri paman sam sekitar 2000 umat Islam mengikuti shalat Ied di Washington DC. Di tengah sorotan tajam terhadap umat Islam di dunia dan tingginya sentimen anti muslim khususnya di Amerika, momentum Idul Fitri tahun ini diharapkan menjadi saatnya bagi muslim menegakkan ajaran agama dengan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan umat Islam menjadi duta besar bagi agamanya. Dalam khutbah yang disampaikan Muhammad Basyar Arafat umat muslim di Amerika diingatkan bahwa peran mereka di Amerika serikat bukan hanya sebagai pekerja melainkan juga berbagi dengan masyarakat lain.
Pembuktian Umat dan Momen Perkuat Persaudaraan
Ditengah berbagai pandangan negatif di dunia, pelaksanaan shalat Ied diberbagai Negara dimana Islam menjadi minoritas tetap bisa terlaksana dengan lancar dinegara-negara tersebut. Kita tentu mengetahui bahwa Idul Fitri merupakan perayaan penting dan kegembiraan tersebut bertambah dengan antusiasme warga muslim di negara minoritas. Terlebih lagi, berbagai sumber menyatakan bahwa perkembangan Islam diberbagai negara khususnya Negara barat menunjukkan hasil yang positif dan signifikan. Hal ini sesuai dengan firman Allah ta’ala : “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu. Dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat.” (QS. An-Nash:1-3)
Pelaksanaan Idul Fitri tersebut juga merupakan pembuktian bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Dan ditengah kegembiraan tersebut, persatuan umat yang terjalin juga terbukti secara hakiki.
Semoga apa yang MuslimHarian.com paparkan bisa memberikan manfaat serta manambah kecintaan kita terhadap Islam juga bisa menambah semangat bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 
Amin ya robbal ‘alamin !


Jangan Gunakan Bahasa Alay Untuk Mengubah Nama Allah Ta'ala

9:58 PM 1 Comment

Kita sering kali melihat, merasa atau mendengar orang berkata yang kurang baik, kurang pantas atau bahkan sama sekali tidak pantas. Terkadang hal tersebut diwajarkan karena memang manusia pada dasarnya tidak luput dari kesalahan. Meski begitu, di zaman yang semakin berkembang ini, manusia justru memberi kesan lupa pada adat istiadat, sopan santun, tata krama dan sebagainya. Beragam sapa serta panggilan kerap terkesan merendahkan dan kebablasan. Tak hanya pada manusia, bahkan sebutan kepada Allah sang Kholik pun diplesetkan.

Kita sering kali melihat, merasa atau mendengar orang berkata yang kurang baik, kurang pantas atau bahkan sama sekali tidak pantas. Terkadang hal tersebut diwajarkan karena memang manusia pada dasarnya tidak luput dari kesalahan. Meski begitu, di zaman yang semakin berkembang ini, manusia justru memberi kesan lupa pada adat istiadat, sopan santun, tata krama dan sebagainya. Beragam sapa serta panggilan kerap terkesan merendahkan dan kebablasan. Tak hanya pada manusia, bahkan sebutan kepada Allah sang Kholik pun diplesetkan.
Banyak orang mengidentikkan penulisan atau pengucapan yang tidak baku sebagai bahasa alay. Bahasa tersebut terus bertambah kosa-katanya seiring dengan banyaknya kata yang diplesetkan atau dirubah. Bahkan penulisannya benar-benar jauh dari kaidah penulisan yang seharusmya. Penggunaan bahasa seperti itu memang menjadi hak mereka yang menggunakannya. Karena hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab mereka. Namun, penggunaan tersebut perlu diperhatikan dan tentu saja di perbaiki. Jika penggunaanya sudah diluar batas hingga mengubah nama Allah dengan berbagai istilah keagamaan seperti “Ya Oloh” , “Ya Awoh”, “Astapiloh”.
Sebagai umat muslim sepatutnya kita merasa sedih, kesal dan kecewa melihat hal tersebut. Mereka yang menggunakan kata-kata tersebut mungkin sering berdalih bahwa hal tersebut merupakan guyonan dan candaan, tidak perlu dibawa serius. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua hal bisa dijadikan bahan candaan apalagi terkait dengan nama Allah. 
Allah subhanahu wata’ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan laki-laki merendahkan kumpulan yang lain. Boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. (QS. Al-Hujuraat :11).
Dengan firman Allah tersebut dengan jelas tidak diperbolehkannya untuk mengolok-olok satu sama lain. Lantas, mengapa kita dengan lancangnya mengubah nama Allah dengan kata-kata dan panggilan yang tidak pantas.
Mempermainkan Nama Allah adalah kerusakan Tauhid
Hakikat tauhid adalah penyerahan diri, taat menerima dan mengagungkan Allah azza wazalla. Sedangkan bersenda gurau, mempermainkan nama dan mengolok-olok Allah, Al-Qur’an dan Rasul-Nya merupakan penentangan karena tidak menunjukan pengagungan.
Allah ta’ala berfirman : “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman…” ( At-Taubah:65-66).
Para ulama berpendapat bahwa hal tersebut merupakan bentuk dari mereka yang menentang atau membantah. Salah satu bentuk penentangan itu ialah dengan mengolok-olok atau hal-hal serupa lainnya. Mengolok-olok Allah, Rasul atau Al-Qur’an tidak mungkin keluar dari hati orang yang bertauhid. Tetapi menjadi kebiasaan orang-orang munafik atau orang kafir musyrik.
Allah ta’ala berfirman : “Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokkan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman : 6).
Melalui ayat tersebut hendaknya kita berkaca, tidak takutkah kita akan azab Allah. Pantaskah kita menjadikan Allah ta’ala sebagai olokkan. Mungkin selama ini hal tersebut dilakukan seiring dengan kekhilafan. Maka dari itu amatlah perlu menjaga lisan.
Semoga pemaparan MuslimHarian.com bermanfaat dan semoga ampunan serta rahmat Allah subhanahu wata’ala selalu senantiasa terlimpah kepada kita. Amin ya robbal ‘alamin.