Cara Jitu Mengenal Kepribadian Seseorang dalam Kehidupan Sehari-hari

12:43 AM
Berbicara mengenai kepribadian adalah sesuatu hal yang menarik untuk dibahas, karena melibatkan jiwa, hasrat dan keinginan. Kepribadian selalu berhubungan dengan manusia yang memiliki eksistensi penting sebagai makhluk sosial, baik secara internal “(sosial untuk dirinya sendiri)” maupun secara eksternal “( sosial untuk orang lain)”, dalam istilah lainnya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda – beda. Tanpa kepribadian, hidup manusia tidak akan teruji, terarah, tidak bermakna, dan tanpa kepribadian berarti bukan manusia. Kepribadian akan membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lain ( kekhasan individual).

psersonality, kepribadian


Personality atau kepribadian berasal dari kata “persona”, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimanana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya.
Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya. Selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluative (menilai). Bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.

Menariknya belajar tentang kepribadian ini sehingga beberapa ahli menjadikannya suatu kajian ilmu yang terpisah dari ilmu yang lainnya. Dalam beberapa teori, masalah ini menjadi isu sentral, sehingga banyak para ahli yang memberikan interpretasi yang berbeda tentang kepribadian. C.G. Jung dalam bukunya “psychological Types” pada tahun 1971, ia membagi kepribadian itu atas introvert dan extrovert. Kedua tipe itu ditandai dengan sikap seseorang terhadap obyek. Seorang yang introvert pada dasarnya selalu ingin melarikan diri dari obyek, seakan obyek itu harus dicegah agar tidak menguasainya. Sebaliknya, orang yang extrovert mempunyai sikap yang positif terhadap obyek. Dialah yang menguasai obyek itu.

Isabel Briggs Myers dalam bukunya “Girfts Differing.” Dia membagi ke delapan tipe Jung menjadi dua sub tipe yang menyangkut penilaian dan pemahaman. Dialah yang menemukan tipe Myers-Briggs yang merupakan indicator terhadap pengukuran preferensi kepribadian, kapasitas dan keterbatasanny. Ia yakin bahwa setiap subtype mempunyai kekuatan.
G.W All port (1897) yang menyelesaikan Ph.D-nya dibidang psikologi pada tahun 1922 di Harvard University, mengemukakan bahwa, “personality is the dynamic organization within the individual those psychological  system that determine his unique adjustment to his environment.” ( kepribadian adalah organisasi dinamis yang ada pada seseorang didalam suatu sistem kejiwaan yang menentukan keunikan penyesuaian dengan lingkungannya). Dari pemahaman tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian itu adalah suatu organisasi yang tersusun dari banyak unsur yang saling banyak ketergantungan. Ketergantungan ini mempunyai sistem pengaturan dalam hubungan fungsional.
Kepribadian itu memiliki banyak arti jamak, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.

Apa saja tipe kepribadian manusia ?

Manusia memang memiliki banyak kepribadian. Saat ini akan dibicarakan tentang 4 macam kepribadian inti yang dimiliki oleh manusia. Pembahasan kali ini menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, akan berhubungan dengan 4 macam kepribadian manusia yang berbeda-beda. Sehingga setelah mengetahui perbedaan itu, diharapkan bisa timbul rasa saling memahami antar sesama.
Nah 4 kepribadian yang terdapat dalam diri manusia antara lain:
1.    Sanguin dijuluki si ”populer” karena pandai persuasive dan ingin terkenal.
2.    Koleris dijuluki si “kuat” karena sering dominan dan kompetitif.
3.    Melankolis dijuluki si “sempurna” karena perfeksionis dan serba teratur.
4.    Plegmatis dijuluki si “cinta damai” karena kesetiannya dan menghindari konflik.

Empat kepribadian diatas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Berikut ini akan kita ulas kekuatan dan kelemahan dari 4 kepribadian tersebut.
Berikut ini digolongkan tipe kepribadian secara umum:

1.    Tipe Sanguin

Kekuatan:

•    Suka bicara.
•    Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstrative.
•    Antusias dan ekspresif
•    Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
•    Hidup di masa sekarang
•    Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
•    Barhati tulus dan kekanak-kanakan.
•    Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
•    Umumnya hebat di permukaan.
•    Mudah berteman dan menyukai orang lain.
•    Senang denga pujian dan ingin menjadi perhatian.
•    Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
•    Mudah memaafkan dan tidak menyimpan dendam.
•    Mengambil inisiatif / menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
•    Menyukai hal – hal yang spontan.
Kelemahan:
•    Suara dan tertawa yang keras ( bahkan terlalu keras).
•    Membesar-besarkan suatu  hal/kejadian.
•    Susah untuk diam.
•    Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain ( suka ikutan Gank).
•    Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
•    Rentang konsentrasi pendek (RKP) alias pelupa.
•    Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupaka kewajiban ( awalny saja antusias).
•    Mudah berubah-ubah.
•    Susah dating tepat waktu jam kantor.
•    Prioritas kegiatan kacau.
•    Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
•    Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
•    Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
•    Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yang sama.
•    Konsentrasi ke “bagaimana membelanjakan uang” dari pada “ bagaimana mendapatkan atau menyimpan uang”.

2.    Tipe Melankolis

Kekuatan:

•    Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
•    Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
•    Artistik, musical dan kreatif (filsafat dan puitis).
•    Sensitif.
•    Mau mengorbankan diri dan idealis.
•    Standar tinggi dan perfeksionis.
•    Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur.
•    Hemat.
•    Melihat masalah dan mencari solusi pemecaha  kreatif (sering terlalu kreatif).
•    Kalau sudah mulai, dituntaskan.
•    Berteman dengan hati-hati.
•    Puas dibelakang layar, menghindari perhatian.
•    Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
•    Sangat memperhatikan orang lain.

Kelemahan:

•    Cenderung melihat masalah dari sisi negative ( murung dan tertekan).
•    Mengingat yang negative dan pendendam.
•    Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
•    Lebih menekankan cara daripada tercapainya tujuan.
•    Tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah.
•    Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencakan.
•    Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
•    Hidup bersasarkan definisi.
•    Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
•    Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik yang menentand dirinya.
•    Sulit mengungkapkan perasaan ( cenderung menahan kasih sayang).
•    Rasa curiga yang besar (skeptis terhadap pujian).
•    Memerlukan persetujuan.

3.    Koleris

Kekuatan:

•    Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
•    Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
•    Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran / target.
•    Bebas dan mandiri.
•    Berani menghadapi tantangan dan masalah.
•    “ Hari ini harus lebih baik dari  hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
•    Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
•    Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
•    Membuat dan menentukan tujuan.
•    Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
•    Tidak begitu perlu teman.
•    Mau memimpin dan mengorganisasi,
•    Biasanya benar dan mempunya visi kedepan.
•    Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan:

•    Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
•    Senang memerintah.
•    Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
•    Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
•    Terlalu kaku dan kuat/keras.
•    Tidak suka air mata dan emosi tidak simpatik.
•    Tidak suka yang sepele dan bertele-tele/terlalu rinci.
•    Sering membuat keputusa tergesa-gesa.
•    Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
•    Menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.
•    Workaholics (cinta mati pekerjaan).
•    Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
•    Mungkin selalu benar tetapi tidak popular.

4.    Plegmatis

Kekuatan :

•    Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
•    Sabar, seimbang, dan menjadi pendengar yang baik.
•    Tidak banyak bicara tetapi cenderung bijaksana.
•    Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
•    Kuat dibidang administrasi, cenderung ingin  segalanya terorganisasi.
•    Penengah masalah yang baik.
•    Cenderung berusaha menemukan cara  termudah.
•    Baik dibawah tekanan.
•    Menyenangkan dan tidak suka menginggung perasaan.
•    Rasa humor yang tajam.
•    Senang melihat dan mengawasi.
•    Berbelas kasihan dan dan perduli.
•    Mudah diajak rukun dan damai.

Kelemahan:

•    Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
•    Takut dan khawatir.
•    Menghindari konflik dan tanggung jawab.
•    Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
•    Terlalu pemalu dan pendiam.
•    Humor kering dan mengejek (sarkatis)
•    Kurang berorientasi pada tujuan.
•    Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
•    Lebih suka sebagai penonton dari pada terlibat.
•    Tidak senang didesak-desak.
•    Menunda-nunda atau menggantungkan masalah.

Itulah perbadaan antara sanguin, koleris, melankolis dan plegmatis. Setiap orang bisa saja memiliki 4 kepribadian sekaligus, namun pasti akan ada 1 kepribadian yang lebih dominan diantara yang lain. Nah, silahkan anda  menilai diri anda termasuk yang mana diantara 4 kepribadian tersebut.
Jika ada orang yang bertipe sanguine, bukan tidak mungkin akan ada sifat koleris, plegmatis, atau melankolis juga. Bisa saja dalam tipe kepribadian kita terdapat ke empat kepribadian tersebut hanya saja satu tipe kepribadian yang paling dominan.
Kelemahan yang terdapat dalam kepribadian itu bisa diubah menjadi kekuatan dengan cara berusaha dan penyeraha diri kepada Sang Pencipta sebagai otoritas pengambil keputusan.

Artikel Terkait

First

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon