Ikhlas Mendatangkan Pertolongan Allah Subhanahu Wata'ala

8:37 PM
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah saw,  menjelaskan “ Ada tiga orang dari umat sebelum kalian yang sedang  bepergian sehingga mereka harus bermalam di sebuah gua, mereka masuk kedalamnya. Lalu sebuah batu besar menggelinding dari gunung dan menutup pintu gua. Mereka berkata, ‘ yang bisa menyelamatkan kalian dari batu besar ini hanyalah doa kalian kepada Allah (sambil bertawassul ) dengan amal saleh kalian.’

Ikhlas Mendatangkan Pertolongan Allah SWT


Salah seorang dari mereka berkata, ‘Ya Allah, aku mempuyai ayah dan ibu yang sudah tua. Aku selalu memberikan mereka minum susu di petang hari sebelum anggota keluarga yang lain. Suatu hari aku pergi mencari padang rumput di tempat yang cukup jauh untuk menggembalakan ternak dan baru kembali ke rumah ketika hari sudah malam. Kemudian aku memerah susu untuk mereka tapi aku mendapatkan keduanya sedang tidur. Karena aku tidak ingin mendahului keluarga yang lain untuk meminum susu tersebut, aku berdiam diri sambil menunggu keduanya bangun. Tetapi mereka baru bangun ketika fajar menyingsing kemudian mereka meminum susu tersebut. Ya Allah, jika aku melakukan itu  demi keridhaan-Mu, bukalah kesulitan kami akibat batu besar ini.’ Batu besar itu bergeser sedikit tapi mereka belum bisa keluar.”

Orang kedua berkata , ‘ Ya Allah, aku mempunyai sepupu perempuan. Aku sangat mencintainya, bahkan aku sangat berhasrat untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dengannya, tetapi dia menolakku. Sampai suatu saat ketika musim paceklik melanda, dia datang kepadaku untuk meminta bantuan. Aku memberinya 120 dinar emas tapi dengan syarat dia menerima ajakanku untuk berhubungan badan. Dia pun menerima syarat itu.

Namun ketika aku telah merengkuhnya, dia berkata , ‘Aku tidak mengikhlaskanmu untuk menodaiku kecuali dengan haknya.’ Aku terhenyak dan merasa berdosa melakukan itu padanya. Akupun meninggalkannya, walaupun aku masih sangat mencintainya. Aku membiarkan dinar emas yang telah aku berikan padanya. Ya Allah, jika memang aku melakukan itu demi mencari keridhaan-Mu, bukalah kesulitan kami.’ Batu itupun bergeser, hanya saja mereka belum bisa keluar.

Orang ketiga berkata, “Ya Allah, aku pernah mempekerjakan beberapa pekerja ditempatku. Aku telah membayar gaji mereka , kecuali satu orang yang belum karena pergi begitu saja. Gaji yang belum aku bayarkan tersebut kemudian aku gunakan untuk mengembangkan usaha sampai menghasilkan keuntungan yang melimpah.

Beberapa waktu kemudian, pekerja yang belum menerima  gaji itu datang kepadaku untuk meminta gajinya yang belum dibayarkan. Dia berkata,” wahai hamba Allah, berikan hakku.’ Aku menjawab,’Apa yang kamu lihat  berupa unta, sapi, domba, dan hamba sahaya itu adalah gajimu.,”
Pekerja itu berkata, “wahai hamba Allah, jangan mengejeku.’
Aku berkata, ‘ Aku tidak mengejekmu, itu adalah hasil dari gajimu.’ Lalu dia mengambil semuanya tanpa menyisakan apa pun untukku.

“Ya Allah, jika aku melakukan itu demi mencari keridhaan-Mu, angkatlah kesulitan kami.’ Lalu batu itu bergeser dan mereka keluar dan meneruskan berjalan.
Orang-orang yang ikhlas dan hanya mengharapkan ridha Allah dalam setiap amal yang dilakukannya, merupakan orang-orang yang dekat dengan Allah, sehingga Allah akan selalu menyertai dan menolong mereka dalam kehidupan. Mereka ridha dengan segala ketetapan Allah dan Allah pun ridha terhadap mereka.

‘… Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepadanya….” (QS. Al-Bayyinah:8)

Orang-orang yang ikhlas hanya meminta pertolongan kepada Allah SWT., seperti yang diperintahkan oleh Allah dalam firman-Nya:

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan. Maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan (QS.An-Nahl:53).

Allah mencintai orang-orang yang ikhlas. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadis Qudsi, “Ikhlas adalah satu rahasia dari rahasia-Ku. Aku memasukannya ke dalam hati orang yang kucintai dari hamba-hamba-Ku. (HR. Al-Qusyairy).

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon