Inilah Ciri – Ciri Kepribadian Sehat dan Tidak Sehat

5:46 PM
Setiap individu memiliki ciri – ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (syamsu yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut:
Inilah Ciri – Ciri Kepribadian yang sehat dan tidak sehat


1.    Kepribadian sehat

  • Mampu menilai diri sendiri secara realistkc; mampu menilai diri sendiri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
  • Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
  •  Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara relaistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan mereaksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustasi, tetapi dengan sikap optimistic.
  • Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
  • Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku dilingkungannya.
  • Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustasi , depresi, atau stress secara positif atau konstruktif, tidak destruktif(merusak).
  • Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang ( rasional ), tidak atas paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian ( wawasan ), pengetahuan dan keterampilan.
  • Berorientasi keluar ( Ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir,menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya , merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
  •  Penerimaan sosial; mau berpartisipasi aktif dalam kegiatan social dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
  •  Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
  • Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh factor-faktor achievement ( prestasi ), acceptance (penerimaan), dan affection ( kasih sayang).
2.    Kepribadian yang tidak sehat.

  •  Mudah marah (tersinggung).
  •  Menunjukan kekhawatiran dan kecemasan.
  •  Sering merasa tertekan(stress atau depresi).
  •  Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang.
  •  Ketidakmempuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum.
  •  Kebiasaan berbohong.
  •  Hiperaktif
  • Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas.
  • Senang mengkritik atau mencemooh orang lain.
  •  Sulit tidur.
  •  Kurang memiliki rasa tanggung jawab.
  •  Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan factor yang bersifat organis).
  •  Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama.
  •  Pesimis dalam menghadapi kehidupan.
  •  Kurang bergairah ( bermuram durja) dalam menjalani kehidupan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon