Bahasa tubuh, Apakah itu?

4:54 AM
Untuk bersosialisasi atau berhubungan dengan orang – orang di sekitarnya, manusia memerlukan komunikasi. Komunikasi yang dilakukan bisa bermacam – macam seperti dengan lisan, tulisan, isyarat dan lainya. Tanpa komunikasi, maka manusia akan terasing dan hidup sendiri karena seolah ia tak membutuhkan orang lain. Padahal tabiat manusia adalah tidak dapat hidup sendiri karena segala kebutuhannya tak dapat dipenuhinya seorang diri.
body language, what it is?

Mengenai  komunikasi, kita akan membahas berbagai seluk – beluknya. Komunikasi memiliki beberapa pengertian, antara lain merupakan suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. ( Rogers dan D. Lawrence Kincaid, 1981). Selain itu ahli lainnya mengungkapkan komunikasi sebagai “ Bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk Komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi. “ ( Shannon dan Weaver, 1948).
Seperti telah diketahui, komunikasi terdiri dari dua jenis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal.  Komunikasi verbal merupakan proses komunikasi melalui bahasa dan kata – kata yang diucapkan. Sedangkan komunikasi non-verbal ialah penyampaian arti ( pesan ) tanpa kata – kata yang tercermin  pada bahasa tubuh dan intonasi verbal. Penelitian menunjukan bahwa 80% komunikasi yang dilakukan manusia disampaikan secara non-verbal. Banyak interaksi dan komunikasi yang terjadi dalam manyarakat yang berwujud non-verbal.
Umumnya, bila seseorang menangkap pesan yang tidak sesuai antara pesan verbal dan non-verbal, orang tersebut cenderung mempercayai pesan non-verbalnya. Salah satu alasannya adalah memberi informasi mengenai tujuan dan respon emosional. Dengan demikian dapat dilihat bahwa isyarat pesan non-verbal lebih berpengaruh dalam sebuah proses komunikasi daripada isyarat verbalnya. Hal ini dikarenakan isyarat non-verbal lebih mewakili aspek psikologis atau emosional, baik yang disadari ataupun yang tidak disadari.
Bahasa tubuh merupakan salah satu jenis komunikasi non-verbal. Bahasa tubuh dapat berlawanan dengan apa yang diucapkan. Misalnya ketika harus bersikap sopan dengan seseorang yang tidak disukai, mungkin secara verbal seseorang dapat menggunakan kata – kata yang benar, namun tubuh memberontak dengan berbagai cara. Misalnya menjabat tangan sebentar saja, atau mencoba menghindar dari tatapan matanya. Dalam hal ini bahasa tubuh berlawanan dengan bahasa ucapan sehingga terbentuk dua tanda yang berbeda.  Bahasa tubuh digunakan saat kata – kata tidak dapat mewakili perasaan atau situasi yang ada sehingga bahasa tubuh menjadi penting untuk dipelajari.
Menurut david cohen dalam buku “ Bahasa dalam pergaulan” yang menjelaskan tentang bahasa tubuh sebagai bentuk topeng-topeng mengungkapkan bahwa bahasa tubuh juga menyingkapkan topeng – topeng kita. Manusia belajar menggunakan topeng sejak kecil dan banyak diantara kita dapat melakukannya dengan baik. Banyak isyarat-isyarat non-verbal tentang perasaan bersifat sangat halus dan terjadi hanya sekilas. Membacanya seperti mencoba menguraikan pola dari selendang yang dipakai seseorang yang sedang lewat. Anda dapat melakukannya, tapi membutuhkan keahlian dan latihan.
Apa yang dapat menerobos topeng yang kita pakai adalah apa yang disebut oleh para ahli psikologi sebagai “isyarat yang bocor”, isyarat yang sebenarnya tidak ingin kita berikan namun tidak dapat terkontrol. Mengatur ekspresi wajah sangat mudah dilakukan. Jika anda tidak ingin tampak sedih, Anda dapat berpura-pura. Lebih sulit nada suara kita atau gerakan tubuh, mereka ini sering “bocor.”pelajari mereka dan Anda akan segera tahu banyak tentang apa yang sedang dipikirkan orang lain.
Cara seseorang berbicara mencerminkan kepribadiannya. Beberapa orang bicaranya keras dan tanpa henti; orang lainnya sukar dimengerti dan beberapa sangat diam. David cohen tidak menyetujui anggapan bahwa orang dengan kepribadian tertentu cenderung memiliki gaya tubuh tertentu yang tidak akan sama dengan orang lain. Beberapa penelitian yang baik tentang kepribadian, menunjukan kontras antara ekstravet yang ceria, ramah, cepat, tidak teliti, suka humor, tidak sabar, da memiliki metabolisme yang tinggi dengan introvert yang teliti, banyak cemas, lamban dan kurang kemampuan dalam sosialisasi. Kepribadian yang satu tidak lebih baik dari kepribadian lainnya. Mereka adalah gaya,tapi gaya yang terungkap melalui bahasa tubuh.
Bahasa tubuh yang tidak sesuai dengan penempatannya dapat menimbulkan konflik, sehingga bahasa tubuh perlu dipelajari. Salah satu keuntungan dari mempelajari bahasa tubuh adalah membangun suatu komunikasi yang baik yang merupakan awal dari terciptanya hubungan social yang mantap dengan orang lain.
Dalam hubungan antar pribadi, banyak orang merasa berada dibawah tekanan untuk tidak menunjukan perasaan mereka. Kita hidup melalui satu periode perubahan social yang  kompleks, membuat banyak dari kita merasa aman bersembunyi dibalik kedok.
Dalam kamus komunikasi dari Onong U. Efendy bahwa kinesic Commucinaction atau komunikasi kial/komunikasi kinesik adalah komunikasi yang dilakukan dengan gerakan anggota tubuh yang merupakan sebagian perilaku non-verbal dapat disampaikan melalui symbol komunikasi kepada orang lain. Perilaku itu sangat bergantung dari erat tidaknya hubungan dengan orang lain.
Selama berabad-abad, penulis besar seperti Shakespeare, telah mengetahui bahwa sikap dan gerakan tubuh mencerminkan suasana hati. Seorang ahli psikologi Amerika Paul  Elkman meneliti bagaimana kemampuan kita membaca pesan – pesan tanpa kata dari wajah – wajah orang. Seorang ahli psikologi inggris Michael Argyle, dari Universitas Oxford, mempelajari bahasa tubuh jenis lain yaitu gerak isyarat tubuh, sejauh mana kita menjadi akrab dengan seseorang jika kita menyentuh seseorang dan dimana kita melakukannya. Argyle dan Elkman keduanya menekankan bahwa bahasa tubuh adalah sungguh – sungguh sebuah bahasa. Untuk mengetahui arti dari sebuah bahasa tubuh, maka kita tidak dapat melihat suatu gerakan tubuh secara tersendiri. Kita harus mempelajari pola yang utuh tentang gerakan tubuh, sikap tubuh, dan nada dari suara untuk dapat mengerti situasi secara menyeluruh.
Bahasa tubuh dalam percakapan memiliki peran yang  penting dalam menumbuhkan kepercayaan seseorang dan membangun sebuah hubungan yang baik dengan orang lain, akan tetapi untuk mencapai hal tersebut diperlukan keahlian dalam menggunakan dan menafsirkan bahasa tubuh.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon