Cara Memahami Gerak-Gerik Isyarat Bahasa Tubuh

12:52 AM
 Bahasa tubuh merupakan gerak isyarat saat seseorang berinteraksi. Bahasa tubuh Anda akan mengirimkan sinyal kepada pikiran bawah sadar lawan bicara. Lewat bahasa tubuh, tabir perasaan lawan bicara bisa tersingkap.

Bahasa tubuh merupakan gerak isyarat saat seseorang berinteraksi. Bahasa tubuh Anda akan mengirimkan sinyal kepada pikiran bawah sadar lawan bicara. Lewat bahasa tubuh, tabir perasaan lawan bicara bisa tersingkap.

Bahasa tubuh berhubungan dengan manajemen dan kepemimpinan dan seluruh aspek pekerjaan dan bisnis dimana komunikasi dapat diamati secara fisik diantara orang-orang yang berinteraksi. Selain didalam hubungan pekerjaan bahasa tubuh perlu dipahami, misalnya dalam menjalin hubungan dengan seseorang, teman, keluarga, dan sebagainya.

Bentuk-bentuk bahasa tubuh

Dalam penggunaannya, bahasa tubuh seringkali digunakan sebagai isyarat pesan palsu untuk tujuan tertentu. Hal ini dapat dihindari dengan mengenal jenis-jenis bahas tubuh yang ada. Bentuk dan tipe umum dari bahasa tubuh menurut Beliak dan Baker (1981) ada tiga yaitu:

1. Kontak mata

Kontak mata mengacu pada suatu keadaan penglihatan secara langsung antar orang saat sedang berbicara. Melalui kontak mata, seseorang dapat menceritakan kepada orang lain suatu pesa sehingga orang akan memperhatikan kata demi kata melalui tatapan. Misalnya pandangan yang sayu, cemas, takut, terharu, dapat mewarnai latar belakang psikologis kita. Penelitian menunjukkan bahwa seorang pendengar menggunakan kontak mata lebih sering daripada pembicara. Presentase kontak mata antara pendengar dan pembicara disajikan dalam table berikut ini.

Sejak kontak mata dilakukan, orang langsung dapat mengukur sejauh mana kemampuannya dalam melakukan komunikasi.

2. Ekspresi wajah

Ekpresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang digunakan untuk berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Wajah setiap orang selalu menyatakan hati dan perasaannya. Wajah ibarat cermin dari pikiran dan perasaan. Melalui wajah orang juga bisa membaca makna suatu pesan.

Ekspresi wajah juga dapat dilihat ketika memandang seseorang yang dianggap sebagai orang polos/lugu atau dianggap kejam/dingin. Hal ini didasari oleh ada sebuah ekspresi wajah yang nampak pada seseorang tidak menunjukan sebuah perubahan seperti yang dilakukan oleh orang lain ketika mendengar atau mengetahui suatu peristiwa. Baik kesedihan maupun kegembiraan, keanehan atau kelayakan, kebaikan atau keburukan, dan sebagainya.

3. Gestures (gerakan tubuh)

Gestures merupakan bentuk perilaku non-verbal pada gerakan tangan, bahu, jari-jari, dan kaki. Seseorang sering menggunakan gerakan anggota tubuh secara sadar maupun tidak sadar untuk menekankan suatu pesan. Ketika seseorang berkata “Pohon itu tinggi”, atau “rumahnya dekat”, maka orang tersebut pasti menggerakkan tangan untuk menggambarkan deskripsi verbalnya. Lain halnya ketika seseorang berkata “Letakkan barang itu!”, “Lihat pada saya!”, maka yang bergerak adalah telunjuk yang menunjukkan arah. Ternyata manusia mempunyai banyak cara yang bervariasi dalam menggerakkan tubuh dan anggota tubuhnya ketika sedang berbicara. Orang yang cacat bahkan berkomunikasi hanya dengan tangan saja.

Setiap gerakan tubuh mengkomunikasikan beberapa fungsi yang oleh Ekman dan Friesen dikategorikan sebagai:

• Emblem: Gerakan mata tertentu, merupakan symbol yang memiliki kesetaraan dengan symbol verbal

• Ilustrator: tanda-tanda non verbal dalam komunikasi. Tanda ini merupakan gerakan anggota tubuh yang menjelaskan atau menunjukkan sesuatu. Contoh: seorang ayah yang melukiskan tinggi badan anaknya dengan menaikturunkan tangannya dari permukaan tanah.

• Adaptor: gerakan anggota tubuh yang bersifat spesifik. Contoh dari jenis-jenis adaptor:
Self adaptor, Contoh: menggaruk kepala, menunjukkan kebingungan
Alter adaptor, Contoh: mengusap kepala orang lain sebagai tanda kasih sayang.

• Regulator: gerakan yang berfungsi mengarahkan, mengawasi, mengkoordinasi interaksi dengan seksama. Contoh: menggunakan kontak mata sebagai tanda untuk memperhatikan orang lain yang sedang berbicara dan mendengarkan orang lain.

• Affect Display: Menggambarkan emosi dan perasaan. Wajah merupakan media yang digunakan dalam affect display untuk menunjukkan reaksi terhadap pesan yang direspon.
Selain tiga bentuk bahasa tubuh yang sudah diuraikan diatas, terdapat beberapa jenis bahasa tubuh lainnya, seperti sentuhan, postur tubuh dan gaya berjalan, suara dan gerak isyarat.
  1. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal yang bersifat spontan. Sentuhan dapat menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati, dan sebagainya.
  2. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatan seseorang.
  3. Suara seperti rintihan, menarik nafas panjang, serta tangisan merupakan beberapa ungkapan perasaan dan pikiran seseorang.
  4. Gerak isyarat adalah yang dapat mempertegas pembicaraan.
Arti dari gerakan tubuh
Berikut ini ada beberapa bahasa tubuh yang dapat disingkapkan dari gerak kepala, mata, tangan, nada suara dan sebagainya saar seseorang berinteraksi dengan orang lain, yang dikutip dari Purnawan E Andoko dari Wellness world :

1. Bahasa kepala

• jika condong ke arah lawan bicara berarti tertarik atau setuju.
• Menjauh secara mendadak berarti curiga, tidak percaya.
• Bertopang dagu berarti bosan.
• Mengangguk berarti setuju.
• Banyak menoleh berarti tidak sabar, ingin menyudahi pembicaraan.

2. Bahasa mata

• Jika 60 persen menatap langsung berarti tertarik. Jika 80 persen tatapan langsung berarti tertarik secara seksual. Jika 100 persen tatapan langsung berarti perlawanan, penghindaran tatapan berarti menyembunyikan sesuatu.
• Lensa mata membesar berarti sangat tertarik.
• Tatapan jatuh kebawah dan melirik kekiri atau kekanan berarti tertarik pada Anda.
• Lirik kanan kiri langsung berarti bosan.
• Kedipan cepat berarti setuju.

3. Bahasa tangan

• Telapak terbuka keatas berarti jujur terbuka.
• Telapak disaku atau tertutup berarti menyembunyikan sesuatu.
• Mengepal berarti tegang, tidak nyaman, marah.
• Menutup mulut atau hidung berarti indikasi berbohong.
• Membentuk kerucut berarti percaya diri atau yakin.
• Tangan diatas meja berarti bersiap untuk setuju.
• Jari mengetuk-ngetuk berarti bosan atau ingin bicara.

4. Gerakan lain

• Dada atau pinggul didekatkan berarti tertarik secara personal.
• Kaki mengetuk lantai berarti ingin bicara atau bosan.

5. Nada atau kecepatan bicara

• Lambat dan nada akhir turun berarti yakin dan menguasai.
• Penekanan kata berarti otoritatif.
• Nada dan kecepatan meninggi berarti emosi tegang, atau menyembunyikan sesuatu.

6. Bahasa penolakan

• Kaki atau tangan bersilang.
• Melirik ke kiri atau kanan, kepala menoleh kekiri atau kanan.
• Tatapan langsung minimal.
• Mengetukkan jari atau kaki. Arah kaki tidak kepada Anda.
• Postur tubuh tertutup.

7. Bahasa keterbukaan

• Tatapan langsung banyak dengan lensa mata membesar.
• Tangan menangkup membentuk menara.
• Arah kaki kepada Anda.
• Postur tubuh terbuka.

8. Bahasa siap menerima

• Kontak mata lebih 60 persen dan banyak senyum lepas.
• Tubuh atau kepala mencondong kepada Anda.
• Banyak anggukan dan wajah menghadap langsung ke Anda.
• Tangan terbuka diatas meja.

9. Bahasa curiga

• Postur tubuh tertutup.
• Tangan berada disaku atau posisi menyilang.
• Tatapan melalui sudut mata (lirikan) berulang kali.
• Arah kaki menyerong.

10. Bahasa tidak jujur

• Banyak menatap ke samping khususnya pada bagian kata atau kalimat berbohong.
• Tangan sering menutup mulut atau hidung, atau meraba hidung atau telinga.
• Postur tidak nyaman.

Dengan mengetahui bentuk dan jenis bahasa tubuh, memungkinkan seseorang mengetahui cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Komunikasi yang baik merupakan awal dari terciptanya suatu hubungan sosial yang baik pula. Seseorang bahkan dapat menjadi pemimpin yang handal dengan membangun komunikasi yang baik dengan orang lain.

Selain itu, dengan memahami bahasa tubuh yang diberikan oleh orang lain, seseorang dapat terhindar dari isyarat pesan palsu yang akan merugikan. Apabila telah menyadari manfaat bahasa tubuh dalam berkomunikasi, maka seseorang akan mampu memonitor dirinya sendiri sehingga lebih bisa mengontrol emosinya saat berkomunikasi dengan orang lain.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon