Hati-hati dengan Pendapat Orang Lain

7:08 PM
 
Boleh saja anda mendengar pendapat orang lain, tetapi hendaknya berhati-hati, karena belum tentu pendapat mereka benar.
 
Boleh saja anda mendengar pendapat orang lain, tetapi hendaknya berhati-hati, karena belum tentu pendapat mereka benar.
 
Pendapat orang-orang yang dipeercayai bisa menjadi sumber motivasi dalam bersikap dan bertindak. Lihatlah para ahli seperti konsultan, juru dakwah, guru, dan yang lain. Pendapat-pendapat mereka sering mewarnai kehidupan kita. Lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat memberikan berbagai pengetahuan dan pengalaman baru bagi kita sejak kanak-kanak sampai dewasa.
 
Sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, Ali bin Abu Thalib Radiallahu ‘anhu, pernah memberikan nasihat, dalam hal pendapat orang lain. Anda tidak boleh menilai berdasarkan siapa yang menyampaikannya, tetapi isi dari pendapatnya. Kalau memang pendapat tersebut benar, Anda pun diminta mau membuka diri menerima kebenaran itu. Diibaratkan memakan sebutir telur. Telur ayam misalnya. Jikalau melihat asal mulanya telur tersebut keluar dari sesuatu buruk sekalipun. Akan tetapi jika kita memandang dari telur tersebut memiliki kandungan yang bermanfaat dan tentu saja halal dimakan. Maka tentu kita akan memakannya. Jadi. Jika Anda melihat siapa yang menyampaikan tentu anda tidak akan pernah memakan telur tersebut.
 
Kalau Anda ingin mendapat untung, manfaat, dalam kehidupan ini, Anda dianjurkan untuk saling memberi nasihat dengan kebenaran. Itu berarti Anda juga diminta untuk menerima pendapat orang lain kalau memang pendapat itu benar.
 
Dengan kata lain, Anda mesti menghargai orang lain. Setiap orang memiliki kedudukan yang sama di sisi Tuhannya. Yang membedakan kedudukan orang yang satu dengan yang lain adalah ketaqwaan kepada Tuhannya.
 
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
 
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.” ( QS.49. Al-Hujurat :13)
 
Pendapat Anda terhadap orang lain akan memengaruhi bagaimana sikap dan tindakan Anda kepada mereka. Karena itu, Anda tidak boleh menilai berdasarkan persepsi Anda sendiri. Orang lain sering keliru kalau hanya menilai seseorang berdasarkan penampilan fisiknya.
 
Dalam ilmu komunikasi tedapat tiga tingkatan hubungan antar pribadi, yaitu :
  1. Tingkat biologis, hubungan Anda didasarkan pada informasi yang Anda ketahui tentang orang lain terbatas pada ciri-ciri biologis seperti warna kulit, warna rambut, ciri fisik, dan yang lain.
  2. Tingkat sosiologis, hubungan Anda dengan orang lain selain berdasarkan informasi biologis juga didukung oleh informasi tentang keluarga, nama istri/suami, serta anak-anaknya, Anda juga mengetahui bidang kerja, teman pergaulan, serta lingkungan sosialnya.
  3. Tingkat psikologis, hubungan tahap psikologis adalah yang paling baik karena didasarkan pada informasi biologis, sosiologis, hingga psikologis. Pada tahap ini, Anda mengenal seseorang lebih baik karena sampai di tingkatan psikologis. Hubungan antar pribadi yang saling memahami kondisi psikologis masing-masing seperti karakter, kebiasaan, visi, hingga hobi merupakan hubungan antar pribadi yang akrab.
 
Hubungan antar pribadi yang didukung dengan data psikologis akan lebih memudahkan dalam tukar pendapat maupun nasihat karena di landasi saling percaya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon