Jodoh dan Rezeki Takdir Allah atau Usaha Manusia

2:06 PM

Sabar saja jodoh akan datang sendiri, jika sudah waktunya. Ungkapan ini memang cukup menentramkan hati. Meski belum juga menemukan seorang pendamping dalam hidup. Meyakini kalimat ini adalah cara paling ampuh untuk menenangkan diri sebagian orang. Ya, sama hal nya dengan jodoh yang diyakini telah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan dan telah ditulis di Lauhul Mahfudz. Rezeki pun dianggap telah lama digariskan oleh Sang Maha Pencipta.

Sabar saja jodoh akan datang sendiri, jika sudah waktunya. Ungkapan ini memang cukup menentramkan hati. Meski belum juga menemukan seorang pendamping dalam hidup. Meyakini kalimat ini adalah cara paling ampuh untuk menenangkan diri sebagian orang. Ya, sama hal nya dengan jodoh yang diyakini telah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan dan telah ditulis di Lauhul Mahfudz. Rezeki pun dianggap telah lama digariskan oleh Sang Maha Pencipta.


Namun ini seringkali merancukan kepahaman umat islam dengan konsep takdir itu sendiri. Sebagian orang beranggapan, karena jodoh dan rezeki sudah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Maka, apapun yang terjadi kita tidak bisa mengubah perolehan rezeki dan jodoh tersebut. Dengan kata lain sehebat apapun usaha kita dalam memperoleh rezeki jika Allah sudah mentakdirkan miskin sebelum kita lahir maka miskin juga yang kita dapatkan. Sebaliknya jika Allah sudah mentakdirkan kaya semalas apapun kita, kita akan kaya. Benarkah anggapan tersebut? Jika tidak lalu sebenarnya rezeki dan jodoh itu adalah takdir Allah ataukah karena Usaha kita sendiri. Berikut penjelasannya !

Ada Dua Macam Takdir.

Suatu informasi penting yang perlu kita ketahui takdir itu ada dua macam, yakni takdir Mutlaq dan takdir Ikhtiar. Takdir mutlaq adalah takdir yang sudah menjadi ketentuan Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa mnerimanya. Sedangkan takdir Ikhtiar yaitu takdir yang bisa diperoleh dengan jalan ihktiar atau usaha yang sungguh-sungguh. Hal tersebut diperjelas dalam firman Allah :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan (yang ditakdirkan pada) suatu kaum sebelum mereka (berusaha) mengubah keadaan (yang ditakdirkan pada) diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’du:11)

Dari ayat tersebut jelas bahwa Allah subhanahu wata’ala mendorong hamba-hambanya untuk berusaha mengubah keadaannya bukan hanya meminta dan berdo’a. selain itu Allah juga memerintahkan hamba-hambanya untuk mencari kenikmatan dan kebahagiaan duniawi maupun akhirat. Dan jangan meninggalkan salah satunya kerena keduanya memang membentuk keseimbangan yang harmonis. Serta saling mendukung dan mempengaruhi. Seperti dalam firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya :

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan jangalah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)

Rezeki Bukan Takdir Mutlaq

Maka bagi seseorang yang menganggap rezekinya sudah ditetapkan sejak sebelum mereka lahir, jadi usaha tidak punya peranan disini. Jelas bahwa anggapan tersebut adalah anggapan yang tidak benar. Karena kenyataannya disekitar kita menunjukkan bahwa besar kecilnya rezeki seseorang di pengaruhi oleh usaha yang dilakukan. Meskipun belum tentu usaha itu memberikan hasil yang diharapkan. Karena banyak faktor yang terlibat dalam mencari sebuah hasil. Namun yang jelas rezeki seseorang manusia bukanlah sebuah takdir mutlaq yang di tetapkan sebelum kelahiran.

Seringkali sebagian orang menganggap dan terjebak pada pemahaman yang keliru, bahwa Allah menetapkan takdir tanpa dipengaruhi usaha. Sementara Allah subhanahu wata’ala berfirman justru Allah akan menetapkan takdir setelah kita melakukan usaha. Dalam urusan dunia maupun akhirat tidak ada yang di berikan dengan Cuma-Cuma tanpa usaha. Namun masih ada saja orang yang berpendapat “ Allah kan Maha Pemurah dan maha berkehendak, jika Allah menghendaki kita, ya pasti dapat meskipun tanpa berusaha.” Keyakinan seperti ini sebenarnya menyalahi sunnatullah karena Allah tidak mengajari demikian.

Allah subhanahu wata’ala mengajari kita untuk berusaha barulah Allah membantu dengan kemurahannya dengan tidak pandang bulu. Jika kita mengejar dunia, maka Allah akan memberikannya. Begitu pula, jika kita mengejar akhirat juga akan diberi kesuksesan akhirat. Dan jika kita mengejar keduanya juga akan diberikan keduanya.

Jodoh Bukan Takdir Mutlaq

Dalam hal jodoh, tidak jauh berbeda. Memang sering kali kita mendengar ungkapan “Kalo memang jodoh tak akan lari kemana”, namun ini sungguh tidak mendidik. Ungkapan ini seakan-akan mengatakan bahwa jodoh itu tidak perlu dicari dan diusahakan karena nanti ia akan datang sendiri. Padahal kenyataannya tidak demikian, orang yang tidak berusaha mencarinya maka tidak akan bertemu dengan jodohnya. Dan orang yang tidak berusaha mencari jodoh yang baik, maka akan bertemu dengan jodoh yang buruk.

Allah subhanahu wata’ala memang menyuruh kita untuk berusaha termasuk dalam hal mencari pasangan hidup. Kata jodoh dan berjodoh itupun tidak akan pernah di temukan dalam Al-qur’an. Perjodohan adalah sebuah pilihan bukan ketetapan yang harus kita terima.

Wallahu ‘alam Bis-showab 
Note:
Sumber foto : Flickr with comercial allowed.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon