Ketika Dunia Tidak Lagi Berharga

12:37 AM
Sebagaimana Allah tegaskan dalam banyak ayat, diantaranya dalam Surat Al Hadid: 20, " ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat( nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. "
muslimharian.com - Seorang mukmin harus sadar dan mengerti tentang hakikat dunia dan akhirat. Dunia bagi seorang mukmin adalah tempat yang fana dan sementara, layaknya seorang musafir yang pasti akan kembali. Semua akan berakhir dengan datangnya kematian dan hari kiamat. Apa yang kita peroleh dan kita miliki menjadi hak bagi pewaris. Sedang kita sendiri kembali menuju dunia keabadian dengan membawa bekal yang kita siapkan sendiri dalam bentuk investasi amal. Karena itu, Islam mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam sandiwara dan permainan dunia yang penuh tipu daya. 
Sebagaimana Allah tegaskan dalam banyak ayat, diantaranya dalam Surat Al Hadid: 20, " ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah di antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat( nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. "


Kehidupan dunia dapat menipu siapapun, apalagi yang mudah tertipu. Namun yang jelas, hari yang pasti itu akan terjadi Bagi siapapun. Usia bukan menjadi syarat. Gelar akademik dan kekayaan tidak bisa menghalangi. Banyaknya teman dan pasukan tidak mampu mengubahnya. Hari itu adalah hari kematian bagi setiap anak manusia.

Dikisahkan, suatu hari, seorang raja yang saleh, Harun ar-Rasyid, pergi berburu. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seseorang yang bernama Bahlul. Harun berkata, " Berilah aku nasihat, hai Bahlul!"

Lelaki itu berkata, " wahai Amirul Mukminin, Dimanakah Bapak dan Abangmu sejak Rasulullah hingga bapakmu?"
Harun menjawab, "semuanya telah mati."
" Dimanakah istana mereka?" Tanya Bahlul.
" Itu istana mereka," jawab Harun. " di mana kubur mereka?"
"Ini, disini kubur mereka," jawab Harun.
Bahlul kemudian berkata, "Di situ istana mereka, di sini kubur mereka. Bukankah sekarang istana itu sedikitpun tidak memberi manfaat bagi mereka?"
"Kamu benar. Tambahlah nasihatmu, Hai bahlul! " kata Harun.
" wahai Amirul Mukminin, engkau diberi kuasa atas perbendaharaan kisra dan umur yang panjang. Apa yang dapat Kau lakukan? Bukankah kubur adalah perhentian terakhir bagi setiap yang hidup, kemudian engkau akan dihadapkan dengan berbagai masalah?"

" tentu, " kata Harun ar-rasyid.

Setelah itu harus pulang dan jatuh sakit tidak lama kemudian. Setelah beberapa hari menderita sakit, ajal pun menjemputnya. Dalam detik-detik terakhirnya. Dia berteriak kepada pegawainya, "kumpulkan semua tentara ku."

Tidak lama kemudian, datanglah mereka ke hadapan Harun lengkap dengan pedang dan perisai nya. Sungguh ramai, sehingga tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah., semuanya di bawah arahan Harun. Melihat mereka, Harun menangis dan berkata, " wahai Dzat yang tidak pernah kehilangan kekuasaan, kasihanilah hambaMu yang telah kehilangan kekuasaan ini." Tangisan itu tidak berhenti hingga ajal mencabut nyawanya.

Demikianlah kematian mengakhiri semua kehidupan dunia dengan segala warna dan dinamikanya. Kematian adalah awal dari kenikmatan atau penderitaan. Bagi orang-orang saleh, kematian merupakan awal kenikmatan Hakiki yang akan mereka rasakan. Sebaliknya bagi hamba yang durhaka, kematian adalah prahara dan musibah yang memilukan tanpa batas. Tidak ada yang mampu menyelamatkan dari prahara kematian, kecuali amal saleh yang kita lakukan. Masing-masing kita akan merasakan balasan amalnya. Sungguh, Allah tidak akan menyia-nyiakan apa yang dilakukan oleh para hamba-Nya. 
Semoga Allah selalu memberikan pertolongan dan ampunan kepada kita semua dan memudahkan kita untuk kembali kepada-Nya dengan Khusnul Khotimah. Amin 
sumber photo : Flickr with commercial use allowed.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon