Kisah Nabi Idris Alaihissalam

1:00 AM

  " dan Ceritakanlah Hai Muhammad kepada mereka, kisah Idris yang tersebut di dalam al-quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan Seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
Tidak banyak keterangan didapat tentang kisah Nabi Idris, di dalam Al Quran maupun kitab-kitab tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi. Di dalam al-quran hanya terdapat dua ayat tentang Nabi Idris yaitu dalam surat Maryam ayat 56 dan 57 yang berbunyi sebagai berikut artinya :
" dan Ceritakanlah Hai Muhammad kepada mereka, kisah Idris yang tersebut di dalam al-quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan Seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam, putra dari yarid bin mihla'eil bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam alaihissalam dan dia adalah keturunan pertama yang dikaruniai kenabian menjadi nabi setelah Adam dan Syith.

Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir, di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadah menyembah Allah serta memberi beberapa pedoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamatkan diri dari siksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Ia hidup sampai berusia 82 Tahun.

Diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah:
1. Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.
2. orang yang bahagia, ialah orang yang mawas diri dan mengharapkan Syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal salehnya.
3. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa, maka ikhlaskanlah niatmu, demikian pula puasa dan sembahyang mu.
4. Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
5. Berita adlah kepada raja-raja mu Dan tunduklah kepada pembesar-pembesar Mu serta penuhilah selalu mulut mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.
6. Janganlah mengirim orang-orang yang mujur nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya itu.
7. Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
8. Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya, seseorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.

Dalam hubungan dengan firman Allah bahwa Nabi Idris diangkat ke martabat tinggi, Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat, dibawa oleh seorang malaikat, Wallahu a'lam bishowab


sumber photo :flickr, comercial and mods allowed licensed

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
firan assasin
AUTHOR
26 Juli 2016 23.29 delete

Mantap artikelnya gan

Reply
avatar

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon