Masuk Surga Tanpa Shalat

8:14 PM

Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan Abu Hurairah radiallahu ‘anhu. Ada sebuah kisah tentang seorang bernama amr bin tsabit. Dia adalah seorang yang sangat membenci islam pada awalnya. Akan tetapi, ketika terjadi perang uhud, dia menjadi bersimpatik kepada umat Islam dan bergabung dalam peperangan di pihak kaum muslim.

Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan Abu Hurairah radiallahu ‘anhu. Ada sebuah kisah tentang seorang bernama amr bin tsabit. Dia adalah seorang yang sangat membenci islam pada awalnya. Akan tetapi, ketika terjadi perang uhud, dia menjadi bersimpatik kepada umat Islam dan bergabung dalam peperangan di pihak kaum muslim.
 
Pada peperangan tersebut, ia terluka cukup parah. ketika ditemukan oleh orang-orang yang sekabilah (suku) dengan nya, mereka bertanya, “Apa yang membuat mu ikut berperang? Apakah karena kasihan pada kabilahmu, ataukah karena kau ingin masuk Islam?”
 
Amr bin Tsabit menjawab, “Aku ikut berperang karena Aku ingin masuk Islam, aku telah berjihad bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, hingga aku terluka seperti ini.” Mengetahui hal tersebut, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, bersabda, “Sungguh dia adalah ahli surga.”
 
Dalam kisah lain dijelaskan, ada seorang budak hitam dari habasyah yang tinggal di daerah Khaibar. Saat itu dia sedang menggembalakan kambing milik tuannya. Ketika dia melihat penduduk Khaibar telah memegang senjata mereka, dia bertanya, “Apa yang akan kalian lakukan?”
 
Mereka menjawab, “Kami akan memerangi seorang laki-laki yang mengaku sebagai nabi.”
 
Saat mendengar kata “Nabi” disebut, dia langsung pergi dengan kambingnya menghadap kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Ia bertanya kepada beliau, “Kepada apa Anda mengajak orang?”
 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, menjawab, “Aku akan mengajakmu kepada Islam kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah, dan bahwa aku ini adalah utusan Allah, dan aku juga mengajak agar kamu tidak menyembah kecuali kepada Allah.”
 
Kemudian sibudak kembali bertanya, “Apa yang bisa aku dapatkan bila aku mengikrarkan persaksian tadi dan beriman kepada Allah?”
 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Kau akan mendapatkan surga bila mati atas hal itu.”
 
Budak itu kemudian masuk Islam dan berkata kepada Rasulullah shalallahi ‘alaihi wasallam, “Wahai Nabi Allah, kambing-kambing ini adalah amanat yang ada padaku.”
 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, menyarankan kepada budak tadi untuk mengeluarkan kambing-kambingnya dan melemparinya dengan kerikil agar berlari dan kembali kepada si empunya kambin. Atas pertolongan Allah, Kambing-kambing tersebut benar-benar kembali kepada tuannya hingga tuannya yang seorang yahudi itu mengetahui bahwa budaknya telah masuk Islam.
 
Dalam peperangan yang diikutinya, budak tersebut terbunuh. Kaum muslimin yang ada saat itu menggotongnya ke tempat berkumpulnya pasukan Islam, kemudian memasukkannya kedalam kemah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, menengok ke dalam kemah itu lalu berkata, “Sungguh Allah telah memuliakan budak ini dan menggiringnya menuju kebaikan. Agama Islam telah benar-benar berada dalam hatinya. Sungguh, aku telah melihat di sisi kepalanya dua bidadari cantik.”
 
Allah subhanahu wata’ala adalah dzat yang maha pengampun. Sebesar dan sebanyak apapun dosa hamba-hambanya, akan di ampuni oleh Allah subhanahu wata’ala. Jika ia benar-benar bertobat dan berjanji tidak akan mengulanginya.
 
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
 
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaha:82).
 
Orang-orang yang bertobat dari kejahiliahannya, akan di terima tobatnya oleh Allah subhanahu wata’ala. Tetapi Allah menolak tobat orang-orang yang telah datang ajalnya, seperti di tolaknya tobat Firaun menjelang kematiannya di laut. Dalam hal ini Allah subhanahu wata’ala berfirman:
 

إِنَّمَا ٱلتَّوۡبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَـٰلَةٍ۬ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ۬ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيۡہِمۡ‌ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَڪِيمً۬ا (١٧) وَلَيۡسَتِ ٱلتَّوۡبَةُ لِلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ إِنِّى تُبۡتُ ٱلۡـَٔـٰنَ وَلَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمۡ ڪُفَّارٌ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمً۬ا (١٨) 
 Artinya : Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan [3], yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (17) Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan [yang] hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, [barulah] ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak [pula diterima taubat] orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (18)  (QS. Annisa 17-18)
 
 
 ۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٲلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَ‌ۚ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقۡتُلُونَ وَيُقۡتَلُونَ‌ۖ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقًّ۬ا فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ وَٱلۡقُرۡءَانِ‌ۚ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ‌ۚ فَٱسۡتَبۡشِرُواْ بِبَيۡعِكُمُ ٱلَّذِى بَايَعۡتُم بِهِۦ‌ۚ وَذَٲلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ (١١١)
 
 
Artinya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. [Itu telah menjadi] janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya [selain] daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (111) (QS At-taubah :111)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon