Muslim Harus Tahu Rahasia Penghuni Surga

10:42 PM
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari anas bin malik, diceritakan bahwa ketika para sahabat sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam, beliau bersabda, “Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga.” Tiba-tiba masuklah seorang laki-laki dari kaum anshar dengan wajah masih basah oleh bekas air wudhunya, sedang tangan kirinya memegang terompah. Kesesokan harinya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan hal yang sama seperti perkataan beliau yang kemarin. Lalu tiba-tiba muncul kembali laki-laki yang kemarin datang setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam selesai berkata. Pada hari ketiga, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam masih mengatakan hal yang sama dan tidak lama laki-laki tersebut muncul kembali.
 
Muslim Harus Tahu Rahasia Penghuni  Surga
 
Salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam, Abdullah bin Amr bin Ash sangat penasaran dan mengikuti laki-laki itu sampai itu sampai kerumahnya. Abdullah berkata kepada laki-laki tersebut, “Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak menemuinya selama tiga hari. Bila kau tidak keberatan, aku berharap kau mengizinkanku tinggal bersamamu sampai tiga hari.”
 
Laki-laki itu menjawab, “Ya, boleh”
 
Selama tiga hari menginap, Abdullah sama sekali tidak melihat laki-laki itu bangun malam untuk menunaikan shalat tahajjud. Amalan yang selalu dilakukannya adalah setiap kali laki-laki- itu terjaga dan menggeliat di atas ranjangnya, dia selalu membaca dzikir dan takbir sampai dia bangun untuk melaksanakan shalat subuh. Selain itu, Abdullah tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik.
 
Setelah tiga malam berlalu, Abdullah berkata jujur kepada laki-laki itu, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya tak pernah terjadi pertengkaran dan tak saling menyapa aku dengan ayahku. Aku hanya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan tentang dirimu hingga tiga kali ketika kami sedang duduk-duduk bersama beliau bahwa sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni surga. Dan sebanyak tiga kalli itulah kaulah yang selalu datang. Maka akupun ingin bersamamu agar bisa melihat apakah amalanmu itu dan nanti aku akan menirunya. Tetapi ternyata kau tidak terlalu banyak beramal. Apakah sebenarnya yang membuatmu bisa mencapai apa yang disabdakan Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasllam?”
 
Laki-laki itu menjawab , “ Aku tidak mempunyai amalan kecuali yang telah kau lihat sendiri.”

Setelah pembicaraan itu, Abdullah meminta izin untuk pulang. Ketika hendak berpaling pergi , laki-laki itu memanggil Abdullah dan berkata, “Benar amalanku hanya yang kau lihat sendiri, hanya saja aku tidak bersifat curang terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Aku juga tidak iri terhadap seorang pun atas karunia yang telah diberikan oleh Allah kepadanya.”
Abdullah bin amr kemudian berkata ,’’inilah amalan yang telah menyampaikan pada derajat tinggi dan inilah yang berat kami untuk lakukan’’

“amal seseorang tidak dapat menyelamatkan.” Seorang sahabat lantas bertanya tentang sabda tersebut, “termasuk engkau juga, Ya Rasulullah?: Beliau Lalu menjawab, "ya, aku juga, kecuali di karuniai Allah dengan rahmat-Nya. Walaupun demikian kamu harus berbuat yang benar [baik]."[HR.bukhari dan muslim]

Jika seseorang mengganggap bahwa amal-amalnya yang mengantarkannya ke surga, maka hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena Rahmat Allah lah seseorang dapat masuk ke surga, seperti yang dijelaskan dalam hadis di atas. Walaupun demikian, seseorang harus tetap melaksanakan kebaikan dan taat kepada Allah, karena rahmat Allah hanya diberikan kepada orang –orang yang berbuat kebaikan.
 
“ Dan kami masukan dia ke dalam rahmat kami, karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Al-Anbiya:75).
 
Dalam ayat lain Allah berfiman:
 
“ Dan dirikanlah shalat, tunaikahlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. An-Nur:56)
 
Sebanyak apapun amalan seseorang, selama dalam hatinya masih tersimpan iri dan dengki terhadap sesama muslim dan menzaliminya, tidak layak ia masuk ke dalam surge. Rasulullah Saw pernah bersamba, “Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasulnya lebih mengetahui.’ Nabi shalallahu ‘alaihiwasallam lalu bersabda, ‘sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat, dan zakat tetapi dia pernah mencaci maki orang dan menuduh orang berbuat zina, dan dia pernah memakan harta orang lain. Orang-orang ini menunut kepada Allah atas perlakuan tidak baik yang mereka terima. Allah pun memberikan pahala orang yang telah berbuat zalim itu kepada orang yang didzaliminya. Apabila pahala orang tersebut habis, sementara masih banyak orang yang menuntut keadilan, maka dosa-dosa orang yang dia dzalimi akan ditimpakan kepada orang tersebut, lalu dia dimasukkan ke dalam api neraka.” (HR.Muslim)
 
Bagi seorang muslim sejati, selain berbuat amal-amal kebaikan, ada hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan. Yaitu menjaga kebersihan dan kesucian hati karena seluruh amal bergantung pada niat yang ada dalam hati dan Allah tidak melihat seseorang kecuali hatinya.
 
“Aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda, : “Sesungguhnya seluruh amal bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya.”” (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain dijelaskan, “Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala,tidak memandang bentuk tubuhmu dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang pada hatimu. Barang siapa memiliki hati yang saleh, Allah menyukainya. Bani adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertakwa. (HR.Attabrani dan Muslim)
 
Adapun mengenai amal kebaikan, yang disukai Allah subhanahu wata’ala adalah amalan yang rutin, walaupun hanya sedikit dibandingkan dengan amal yang banyak. Tapi hanya sesekali dikerjakan. Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam bersabda, “amal-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari( Langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. “ (HR, Bukhari)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon