Trik Ampuh Membaca Pikiran Orang Dalam Kehidupan Sehari-hari

7:38 PM
Kalau membaca buku barangkali sebagian besar orang pasti bisa. Tetapi kali ini akan membahas tentang manusia juga bisa membaca pikiran orang lain. Mungkin sebagian orang berpendapat hanya orang yang memiliki profesi sebagai psikolog, paranormal, pesulap atau bahkan dukun sajalah yang bisa membaca pikiran orang lain.

Trik Ampuh Membaca Pikiran Orang Dalam Kehidupan Sehari-hari


Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya. Itulah beberapa manfaat dari bisa membaca pikiran orang lain.

Sungguh enak kalau bisa membaca pikiran orang lain. Tentu kita tak perlu bersusah payah menjelaskan dengan kata-kata dan kesalahpahaman pun bisa dihindari. Tapi apakah itu mungkin dilakukan oleh orang ‘biasa’ seperti kita? Ternyata jawabannya adalah bisa.

Mungkin Anda akan bertanya-tanya bagaimana caranya bisa membaca pikiran orang lain? Disini, Anda akan mengetahui bagaimana caranya membaca pikiran orang lain. Bahasa tubuh sama halnya dengan membaca pikiran. Dilihat dari gaya bicara, mimik wajah ataupun bahasa tubuhnya Anda bisa menyimpulkan mengenai apa yang ia rasakan atau yang sedang dialaminya pada saat itu. Itu bisa terlihat dari bahasa tubuhnya, walaupun ia tidak mengatakan langsung kepada kita. Pikiran seseorang juga bisa kita baca dari ekspresi wajahnya.

Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius yaitu konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh nyata kesulitan membaca, mengenali pikiran dan perasaan orang lain (mindblindness), dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu. Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes seorang professor psikologi di University of Texas, disebut emphatic accuracy.

Asal usul membaca pikiran

Kemampuan kita untuk membaca pikiran orang lain, meskipun terbatas, menurut Ross Buck seorang professor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang, dikatakannya bahwa, melalui jutaan evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks.
Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.

Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan merespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya, Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya.
Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain. Mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.

Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain denga teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelatantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca  pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.
Kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang disaat yang sama dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.

Bagaimana cara membaca pikiran?

Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dan lain-lain, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.
Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekspresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang yaitu otot-oto disekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.

Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan seperti kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Iches menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik. Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.
1.    Tenangkan pikiran
Mulailah dengan mengatur pernapasan, kemudian perhatikan bagaimana perasaan Anda dan apa yang anda pikirkan. Sadari bahwa pikiran da emosi berubah seiring dengan perubahan waktu, yang mencerminkan bahwa pandangan seseorang tidak tetap dan memiliki kemampuan untuk berubah.

2.    Kenali dengan baik
Yang harus Anda kenali adalah kenali terlebih dahulu orang lain tersebut. Jika memang Anda sudah kenal, maka Anda juga akan merasa enjoy dengan apa yang akan Anda lakukan. Anda juga bisa melihat sikap-sikap yang ia miliki selama telah mengenal kepribadiannya. Sehingga Anda bisa leluasa untuk mengamatinya. Dari situ Anda juga bisa langsung membaca pikirannya.
“kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kira berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa  yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena kita mampu mengartikan kata-kata dan tindakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi. Kemudian kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.

3.    Tingkatkan kesadaran
Pikirkan 3 orang, yaitu seorang teman dekat, seseorang yang tidak Anda kenal dengan baik dan orang yang mengalami masalah yang sama dengan Anda. Bayangkan 3 orang ini berdiri didepan Anda dan perhatikan apa yang anda rasakan terhadap setiap orang tersebut.
Cobalah untuk terhubung dengan mereka pada tingkat yang lebih dalam dengan mencoba mengikuti bahwa ketiga tersebut juga sama seperti Anda, yaitu menginginkan kebahagiaan, juga rentan terhadap stress dan penderitaan. Luangkan waktu sejenak untuk memahami pengakuan ini.
4.    Tumbuhkan kasih sayang
Setelah mengenali kesamaan pada diri orang lain, perkuat perasaan positif terhadap mereka. Lihatlah bahwa segala sesuatu tempat Anda bergantung untuk bertahan hidup,misalnya makanan dan tempat tinggal, tergantung pada upaya dan kebaikan orang lain.
Dengan menggeser perspektif seperti ini, Anda bisa meningkatkan rasa penghargaan yang lebih dalam terhadap orang lain, sehingga memperkuat kasih sayang dan empati kepada orang lain.

5.    Minta umpan balik
Bukan hanya sekedar mengamati dan membaca pikiran orang lain saja, namun Anda juga bisa menanyakan kebenaran yang memang terjadi atau yang dialaminya. Berilah pertanyaan yang membutuhkan jawabannya yang menyatakan kebenaran dalam tebakan Anda. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya,”Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”

6.    Perhatikan bagian atas dari wajah
Mengapa demikian? Karena pada bagian itu seringkali orang mengungkapkan apa yang dipikirkannya. Sekitar mata juga bisa Anda lihat jawaban dari pikiran orang lain. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah seseorang. Sedangkan,menurut Callin Prodan profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya disekitar mata

7.    Santai
Jika Anda ingin membaca pikiran orang lain, Anda seharusnya bisa bersikap santai, tidak tegang sehingga orang yang akan kit baca pikirannya tidak merasa resah, karena mungkin sikap Anda yang membuat dia menjadi gelisah. Bersikap terbuka saja, sehingga dia juga merespon dengan baik.

8.    Lebih ekspresif
Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspesif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain disekitar kita.” Karena dari situ kita menjadi tahu dari hal yang Anda tidak ketahui sebelumnya.

Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda diberbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsure budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.

Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosiasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. inilah cara bagaimana bisa baca pikiran orang lain yang positif. Tetaplah menggunakan langkah-langkah dan cara yang tidak membuat orang lain merasa terganggu dengan cara kita dalam membaca pikiran mereka sehingga bisa menimbulkan masalah.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Hakime Kime
AUTHOR
23 Juni 2017 01.35 delete

Ketepatan empati (hari hari membaca fikiran) org antisosial xde kemahiran nie... Sejak kecil lagi...

Reply
avatar

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon