Karma Dalam Pandangan Islam

12:20 AM
Muslimharian.com - Hukum karma dalam ajaran Islam bermakna reaksi dari amalan-amalan baik dan buruk manusia. Menurut Islam, reaksi dan hasil sebagian perbuatan manusia akan nampak terlihat di dunia ini berupa efek wadhi amalan-amalan dan kembali kepada manusia itu sendiri.

Hukum karma dalam ajaran Islam bermakna reaksi dari amalan-amalan baik dan buruk manusia. Menurut Islam, reaksi dan hasil sebagian perbuatan manusia akan nampak terlihat di dunia ini berupa efek wadhi amalan-amalan dan kembali kepada manusia itu sendiri.

Karena itu, apabila amalan-amalan ini, baik dan terpuji maka ia akan memiliki efek-efek wadhi yang baik; sebagai contoh apabila seseorang bersilaturahmi atau berbuat baik kepada kedua ayah dan ibu maka usia nya akan bertambah.[1] Dan apabila amalan-amalan buruk dan tercela maka efek wadhi-nya juga akan buruk dan akan membuat manusia menderita; seperti seseorang yang melakukan perbuatan zina maka rezekinya akan berkurang atau seseorang yang membunuh ayahnya, bahkan sekiranya ia tidak diqisas usianya akan berkurang.[2]

Adapun karma dalam agama-agama non Ilahi dan selain agama Islam, merupakan salah satu keyakinan agama-agama Hindu, Budha dan agama-agama Asia Tenggara yang bermakna reinkarnasi dan gambaran dari reinkarnasi yang tentu saja tertolak dalam Islam.

Karma (bahasa Sansekerta: Karma, karma, (Karman ;bertindak, tindakan, kinerja); (Pali:kamma) adalah konsep aksi atau perbuatan yang dalam agama India dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kausalitas (yaitu, siklus yang disebut samsara). Konsep ini berasal dari India kuno dan dijaga kelestariannya di filsafat Hindu, Jain, Sikh, and Buddhist.

Dalam konsep karma, semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan. Hasil atau buah dari tindakan disebut karma-phala.

Karena pengertian karma adalah pengumpulan efek-efek (akibat) tindakan/perilaku/sikap dari kehidupan yang lampau dan yang menentukan nasib saat ini, maka karma berkaitan erat dengan kelahiran kembali (reinkarnasi). Segala tindakan/perilaku/sikap baik maupun buruk seseorang saat ini juga akan membentuk karma seseorang di kehidupan berikutnya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon