Disaat Tepatkah Anda Berdoa? Berikut ini 8 Waktu Mustajab yang Allah Janjikan

10:20 AM Add Comment




Do’a merupakan kebutuhan seorang hamba juga sarana yang diberikan Allah Ta’ala kepadanya untuk mencapai anugerah-Nya. Apa yang mustahil ia lakukan dengan kekuatannya, berkat pertolongan Allah seorang hamba dapat meraih segala yang ia harapkan, ini tak lain karena do’a yang dipanjatkan.

Allah dan Rosul-Nya memerintahkan agar kita banyak berdo’a, dengan perintah tersebut memiliki tujuan agar kita selalu mendaptkan pertolongan dari-Nya. Akan tetapi, tentu saja maksud do’a di atas bukan hanya berwujud ucapan semata, do’a harus disertai dengan perasaan yang dalam, harapan yang tulus, juga keyakinan yang kuat bahwa Allah Ta’ala akan mengabulkan segala do'anya

Sebagai manusia biasa, terkadang kita merasa sudah sekian lama berdo’a namun belum terkabul juga. Kemungkinan apa yang kita harapkan tidak membuahkan hasil. Tidak sedikit hamba merasa putus asa sehingga timbul perasaan Suudzon (buruk sangka) kepada Allah bahkan berpikir untuk tidak berdo’a lagi.

Perlu kita koreksi mengapa do’a-do’a kita belum terkabul, mungkin ada hal yang kurang tepat dari cara, tempat, bahkan waktu penyampaian do’a kita kepada Sang Kholik.

Ingatlah Firman Allah SWT sebagai berikut:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡن

“ Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghofir: 60)


Dari ayat diatas, betapa Maha Pemurahnya Allah menyuruh kita untuk berdo’a kepada-Nya tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan.


Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar do’a kita dikabulkan Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang Allah janjikan apabila seorang hamba berdo’a kepada-Nya, maka Ia kabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

1. Di Waktu Sujud

Saat sujud adalah saat yang paling penting untuk berdo’a, sebab saat sujud adalah saat seorang hamba sangat dekat dengan Allah Ta’ala.


عَنْ أَبِي هُرَيَرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ, أَنَّ رَسُوْلَ اللهَ صَلَّ الله ُعَليْهِ وَسَلَّمَ: أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ (رواه مُسْلِمُ)


Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Keadaan hamba paling dekat dengan Rabbnnya ialah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah berdo’a saat itu.” (HR Muslim)

2. Sepertiga Malam Terakhir


Sepertiga malam terakhir diperkirakan antara pukul 3.00 sampai menjelang fajar. Waktu sunyi inilah sangat baik untuk bedo’a dan termasuk waktu yang Mustajab (terkabulnya do’a). Termasuk waktu Mustajab yaitu tengah malam dan dua pertiga malam, tetapi waktu sepertiga malam lebih utama.


Dari Jabil bin ‘Abdillah, Rasulullah SAW bersabda: “Di malam hari terdapat suatu waktu dan tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a kepada Allah berkaitan dengan dunia dan akhirat bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. muslim).

3. Antara Adzan dan Iqomah

Biasanya, waktu antara adzan dan iqomah adalah saat seseorang menunggu terlaksananya sholat fardu berjamaah. Maka hendaklah sesorang mengisi kekosongan tersebut dengan memperbanyak berdo’a, sebab kesempatan ini adalah hadiah dari Allah Ta’ala bagi hamba yang bergegas melaksanakan panggilan-Nya

عًنْ أًنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قًالً, قًالً رًسُوْلُ اللِه صًلًّ اللهُ عًليْه وً سَلًّمً: إِنًّ الدُّعَاء َلًا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالِإقَامَةِ فَا دْعُوْا ( رواه اَحْمَدٌ)


Dari Annas bin Malik RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah. Maka berdo’alah kala itu.” (HR. Ahmad).

4. Usai Sholat Fardu

Waktu seusai sholat fardu adalah momen yang sangat baik untuk berdo’a. Hal ini karena keta’atan dan ketulusan hamba mendatangi perintah Allah Ta’ala merupakan modal untuk mendapat kesempatan terkabulnya do’a.

Rasulullah SAW pernah ditanya, “ Ya Rosulullah, do’a manakah yang paling didengan oleh Allah? Rasulullah menjawab, (Do’a) di sepertiga malam terakhir dan setiap selesai sholat fardu.” (HR. At Tirmidzi)


5. Saat Turun Hujan


Saat turun hujan merupakan salah satu waktu Mustajab (terkabulnya do’a), karena hujan adalah tanda kebesaran dan rahmat Allah untuk semua makhluk di bumi.


“ Raihlah kemustajaban do’a di kala pasukan sedang bertempur, saat iqomah sholat, dan di saat hujan turun.” (HR. Imam As Syafi’i)


Di saat hujan turun, biasanya pikiran dan perasaan seseorang mengalami perubahan, ingat akan kebesaran dan keagungan-Nya dan senantiasa bersyukur. Di kala perasaan seperti itulah di saat hujan turun berdo’a sangat baik dan mustajab.


6. Hari Jum’at


Hari jum’at merupakam hari kemuliaan bagi umat Islam dan merupakan waktu mustajab untuk berdo’a.


Dalam hadis diriawayatkan sebagai berikut:

Abu Burdah bin Abu Musa Al Asy ‘Ari berkata, Abdullah bin Umar bertanya kepadaku, “Apakah kamu pernah mendengan ayahmu meriwayatkan hadis dari Rasulullah SAW perihal satu waktu yang Mustajab pada hari jum’at?”. Aku menjawab, iya, aku mendengar ayahku berkata , Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “ Waktunya adalah waktu imam duduk (di mimbar) hingga selesdai sholat jum’at.” (HR. Muslim).

7. Malam Lailatul Qodar

Firman Allah SWT:


اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡر. وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡر. لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍ. تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓـئِكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ​ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ.‏ سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡر

Artinya :

Sungguh Kami telah menurunkan Al Qur`an pada malam Lailatul Qodar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qodar itu?. Malam Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat, dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya, untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr: 1-5)


Mengapa malam ini termasuk waktu Mustajab (dikabulkannya do’a), karena malam tersebut turun Lailatul Qodar yang kemuliaannya lebih dari seribu bulan, begitu pula Al Qur`an diturunkan, para malaikat diutus ke bumi. Di situlah kita diperintahkan untuk memperbanyak do’a kepada Allah SWT.

8. Khotmil Qur`an

Apabila seseorang menamatkan bacaan Al Qur`an, maka perbanyaklan berdo’a karena waktu Mustajab (dikabulkannya do’a). Do’a yang dipanjatkan ketika Khotmil Qur`an akan dikabulkan Allah Ta’ala karena keluhuran dan kemuliaannya, sebab membaca Al Qur`an adalah ibadah utama yang sangat dicintai Allah SWT.

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk kita berdo’a. Dengan diimbangi kerja keras serta tawakal kepada-Nya, semoga Allah Ta’ala senantiasa mengabulkan segala do’a kita dan menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang selalu bersyukur.

(Lastri Susanti S. Kom, I / muslimharian.com)