Apa Hukumnya Meminum Air Mani Pasangan Kita Dalam Islam

2:58 PM
 
Apa Hukumnya Meminum Air Mani Pasangan Kita Dalam Islam
 
Islam adalah agama yang memberikan rahmat bagi manusia dan seluruh alam semesta. Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk yang diciptakan dengan berbagai potensi dan tujuan yang sangat mulia, yaitu sesuai dengan hakikat penciptaan manusia itu sendiri. Tujuan penciptaan manusia salah satunya adalah untuk menjadi khalifah. Pengatur dan juga pemimpin alam semesta. Oleh karenanya dibuatlah aturan-aturan yang menuntun manusia untuk mencapai hakikat dan tujuan tersebut. Al Quran diturunkan bagi umat manusia berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman untuk mencapai hal tersebut.

Perubahan zaman telah membuat banyak berubah dalam sendi kehidupan, hal baru dan menuntut banyak keputusan hukum. Salah satunya adalah perihal hubungan suami istri yang juga semakin berubah. Termasuk salah satunya adalah perilaku menelan sperma atau air mani yang kemungkinan juga dipraktikkan oleh sebagian dari umat Islam.

Di era yang sangat maju dalam segala hal seperti saat ini, sangatlah penting untuk kembali belajar tentang hal-hal yang mungkin kita sudah lupa, atau bahkan kita belum mengetahuinya karena kesibukan sehingga kita tidak punya waktu untuk mengingat dan mempelajarinya.

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan dalam hal ini adalah berkenaan dengan bagaimanakah hukum menelan sperma tersebut? Apakah dia dibolehkan atau diharamkan?

Mengenai menelan sperma maka ada pendapat yang menyatakan bahwa hal ini menyehatkan bagi wanita. Karena sperma mengandung zat-zat penting dan nutrisi bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi belum ada penelitian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan yang menyatakan demikian. Dengan melihat dari beberapa sudut pandang kita akan mencoba untuk melakukan analisis terhadap perilaku tersebut. Setidaknya kita bisa melihat dari sudut pandang berikut:

Sperma dalam agama Islam tidak terhitung Najis. Beberapa hadist menjelaskan hal tersebut diantaranya:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا, قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْسِلُ اَلْمَنِيَّ, ثُمَّ يَخْرُجُ إِلَى اَلصَّلَاةِ فِي ذَلِكَ اَلثَّوْبِ, وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَى أَثَرِ اَلْغُسْلِ فِيهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW pernah mencuci baju yang terkena mani, lalu beliau keluar melaksanakan sholat dengan mengenakan baju tersebut dan aku melihat bekas cucian itu.” (HR. Muttafaq ‘Alaihi)

Dari riwayat Muslim disebutkan dengan lafazd, “Aku pernah menggosok mani tersebut dari kain Rasulullah SAW lalu beliau memakainya untuk sholat.”

Dalam riwayat lain Muslim mencantumkan,”Aku pernah mengerik dengan kukuku mani yang sudah kering dari kain beliau.”

Terdapat riwayat-riwayat lain yang menunjukkan bahwa mani tidak wajib dicuci dari pakai secara mutlak, baik basah maupun kering, tetapi untuk menghilangkannya cukup dengan sehelai kain, rumput idzkir, dan semisalnya berupa kayu dan rumput. Hadis ini dijadikan argumen oleh sebagian ulama bahwa mani itu suci.

As-Syaukani berkata, bernilai ibadah dalam menghilangkannya baik dengan cara mencuci, menggosok, mengusap, mengupas, memotong maupun mengeriknya. Ini juga bukan berarti bahwa mani tersebut najis, hanya saja diperintahkan untuk , menghilangkannya dengan cara yang syari’

Dari hadist ini ulama fiqih mengatakan sepakat bahwa sperma itu tidak najis. Akan tetapi tentu sangat di anjurkan agar tidak sampai tertelan. Bila itu pun terjadi karena sebagian ulama fiqih mengatakan bahwa karena tidak najis maka tidak ada masalah, namun sebagai seorang muslim hendaklah kita menjauhi hal-hal yang belum jelas manfaatnya.

Demikian penjelasan tentang menelan air mani (sperma) oleh istri. Semoga taufik dan hidayah senantiasa tercurah untuk kita. Aamiin

Wallahu A’lam 

(Dikutip dari Kitab Syarah Bulughul Marah, Bab III tentang Menghilangkan Najis dan keterangannya. halaman 40 yang di tulis oleh Al- Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani, syarah dan ta'liq oleh syaikh Shafiyurahman al-Mubarakfury)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon