Jangan Rampas Kegembiraan "Malaikat" Kecil Di Masjid

12:18 PM
Jangan Rampas Kegembiraan "Malaikat" Kecil Di Masjid

Anak adalah “Malaikat” Kecil Kita

Anak merupakan anugerah Allah SWT bagi setiap orang tua dan kehadirannya selalu dinanti oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Anak-anak ibarat benih yang dapat tumbuh dengan baik apabila dididik dengan baik. Salah satunya adalah dengan membiasakan mereka datang ke masjid. Dalam hal ini, Islam sangat peduli dengan anak-anak, dan memerintahkan para ayah dan orang tua juga kerabat yang bertanggungjawab atas mereka untuk menyuruh dan mengajak shalat sejak umur tujuh tahun. Dan tempat yang benar dalam mengajarkan anak-anak shalat serta membaca Al-Qur`an juga belajar tentang agama Islam adalah Masjid.

Namun, banyak diantara jamaah atau pengurus masjid tidak sabar menghadapi anak-anak. Mereka khawatir kebiasaan ribut anak-anak tersebut mengganggu kekhusukkan orang yang sedang beribadah. Sehingga tidak jarang mereka dimarahi atau diusir untuk keluar, namun Islam melarang memarahi anak-anak di masjid. Ada banyak dampak buruk yang akan dialami anak ketika orang tua melakukan hal tersebut. Mereka akan malas datang kembali ke masjid. Tidak hanya saat masih kecil saja, efeknya akan mereka rasakan hingga dewasa. Nabi Muhammad SAW justru mengajarkan kita, beliau berinteraksi dengan anak-anak di masjid saat shalat.

Sebagai orang dewasa, janganlah membuat anak-anak kita bingung dan kecewa. Anak-anak kecil saat mengaji selalu dinasihati ustadznya, "Jika adzan sudah berkumandang, segeralah pergi ke masjid untuk sholat berjamaah". Nasihat tersebut menjadi dasar mengapa anak-anak selalu riang gembira di dalam masjid.

Ada sebuah kisah yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita bagaimana seharusnya memperlakukan anak-anak saat mereka berada di masjid: 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي إِحْدَى صَلَاتَيِ الْعِشَاءِ وَهُوَ حَامِلٌ حَسَنًا أَوْ حُسَيْنًا، فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَهُ، ثُمَّ كَبَّرَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّى فَسَجَدَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ صَلَاتِهِ سَجْدَةً أَطَالَهَا، قَالَ أَبِي: فَرَفَعْتُ رَأْسِي وَإِذَا الصَّبِيُّ عَلَى ظَهْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ سَاجِدٌ فَرَجَعْتُ إِلَى سُجُودِي، فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ قَالَ النَّاسُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّكَ سَجَدْتَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ صَلَاتِكَ سَجْدَةً أَطَلْتَهَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ حَدَثَ أَمْرٌ أَوْ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْكَ، قَالَ: «كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ»(رواه النسائي والحاكم وصححه ووافقه الذهبي)

Teman dekat Nabi yang bernama Syaddad ra. meriwayatkan, kalau Rasulullah SAW datang – ke masjid- ingin solat Isya atau Dzuhur atau Asar sembari membawa -salah satu cucunya- Hasan atau Husein, lantas Nabi maju kedepan untuk mengimami solat serta menempatkan cucunya di sebelahnya, lalu nabi mengangkat takbiratul ihram memulai sholat. Ketika sujud, Nabi sujudnya begitu lama serta tak umumnya, jadi saya diam-diam mengangkat kepala saya untuk lihat apa kiranya yang berlangsung, serta benar saja, saya lihat cucu nabi tengah menunggangi belakang nabi yang tengah bersujud, sesudah lihat peristiwa itu saya kembali sujud berbarengan makmum yang lain. Saat usai sholat, beberapa orang repot ajukan pertanyaan,

“Wahai Rasulullah, baginda sujud begitu lama sekali tadi, hingga kami pernah menduga sudah berlangsung apa-apa atau baginda tengah terima wahyu. ” Rasulullah menjawab, “Tidak, tak, tak berlangsung apa-apa, hanya tadi cucuku mengendaraiku, serta saya tidak ingin memburu-burunya hingga dia merampungkan mainnya dengan sendirinya.” (H. R. Nasa’i serta Hakim)

Jika anak-anak muslim berlari, riang gembira di masjid, ingatkanlah mereka dengan lemah lembut dan kasih sayang. Sebenarnya mereka adalah “Malaikat” yang sedang bergembira dan memakmurkan rumah Robb-Nya.

Kalau pun sebagian anak-anak yang datang ke masjid sering menjadi gangguan bagi orang-orang yang sedang shalat, baik karena suara tangisan mereka dan kegaduhannya, hendaklah jamaah atau pengurus masjid merespon dan mengingatkan mereka dengan kasih sayang dan bijaksana.

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنِّيْ لَأَدْخُلُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيْدُ إِطَالَتَهَا فَأَسْمَعُ بكَاءَ الصَّبِيِّ فَأَتَجَوَزُ فِيْ صَلاَتِيْ مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّة وَجدِ أمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ

Dari Anas bin Malik, bahwasannya Nabi SAW pernah bersabda “Sungguh aku akan memulai shalat (berjama’ah) dan aku ingin memperpanjangnya. Namun tiba-tiba aku mendengar suara tangisan seorang bayi. Maka aku memperingan (memperpendek) shalatku, karena aku mengetahui betapa cintanya (gelisahnya) ibunya terhadap tangis (anak)-nya itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Muhammad Al fatih Sang Penakluk Konstantinopel pernah berkata: “Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid, maka waspadalah! Saat itu kalian dalam bahaya.”

Allah memerintahkan kita agar meneladani Rasulullah dalam segala hal, baik terkait urusan dunia maupun akhirat, sehingga sudah selayaknya kita mengikuti dan meneladani Rasulullah dalam membiasakan anak-anak kita untuk mendatangi masjid dan bermain di masjid, serta tidak membiarkan mereka melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sehingga siapapun tidak boleh mengusir anak-anak dari masjid, sebab mereka adalah pemuda-pemuda harapan masa depan.

Hikmah dari hal ini adalah untuk membiasakan mereka dalam ketaatan kepada Rabb semesta alam, menghadiri sholat berjamaah mulai sejak kecil, karena sesungguhnya pemandangan yang mereka lihat dan dengar saat di masjid seperti: dzikir, bacaan qur’an, takbir, tahmid, dan tasbih itu memiliki pengaruh yang kuat dalam jiwa mereka, tanpa mereka sadari hingga dewasa nanti. Maka dari itu, biasakan anak kita mengenal masjid dan ajak mereka untuk sholat di masjid.
( Lastri Susanti, S. Kom,I/muslimharian.com)

Sumber Ilustrasi :chinatimes.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon