Perbedaan Surah Makiyyah Dan Madaniyyah Dalam Al - Qur `an

9:36 PM
Perbedaat Surah Makiyyah Dan Madaniyyah Dalam Al - Qur `an
Al Qur`an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW sebagai wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Al qur`an juga merupakan petuntuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman

Sebagaimana firman Allah SWT:
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ



“sesungguhnya Al Qur`an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.”

(QS. Al Isra: 9)



Ayat di atas merupakan salah satu ayat yang memuji keutamaan dan kemuliaan Al Qur`an di atas kitab-kitab yang lain.

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Sungguh, kami telah mendatangkan Kitab (Al Qur`an) kepada mereka, yang kami jelskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al A’raf: 52)

Al qur`an benar-benar diturunkan dari Allah SWT karena tidak ada keraguan di dalamnya dan tidak pula dapat disamakan dengan perumpamaan apa pun. Keluarbiasaan Al Qur`an dikukuhkan oleh tantangannya bagi siapa saja yang meragukan terlebih lagi mengingkarinya. Semula Al Qur`an menanngnya untuk membuat satu kitab semisal Al Qur`an, kemudian diturunkan lagi 10 surat saja semisalnya, namun tidak ada yang bisa membuatnya. Lalu diturunkan untuk membuat satu surat saja, lagi-lagi tidak ada yang mampu. Kemudian tantangan terakhir diturunkan untuk membuat sebagian dari surat saja, atau satu ayat saja. Maha besar Allah, tak ada satu orang pun di dunia yang mampu menandingi kemuliaan Al Qur`an.

Lalu mengapa dalam Al Qur`an terdapat surat Makiyyah dan Madaniyyah dan apa perbedaannya?

Dalam kitab-kitab Ulumul Qur`an disebutkan bahwa masa turunnya Al Qur`an kurang lebih 23 tahun. Namun beberapa kitab menyataklan bahwa turunnya Al Qur`an dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Memperhatikan angka masa turunnya Al Qur`an sudah menunjukkan keunikan tersendiri juga merupakan aturan Tuhan yang Maha kuasa dan Maha Mengetahui. Hal tersebut sekaligus mematahkan tuduhan orang-orang kafir bahwa Al Qur`an itu karangan Muhammad.

Dari kurun waktu tersebut, maka turunnya Al Qur`an terbagi menjadi dua periode, yaitu”

1. Masa Sebelum Hijrah

Surat yang turun kepada nabi Muhammad SAW sebelum hijrah ke Madinah disebut surat Makiyyah. Periode ini berlangsung selama 12 tahun, 2 bulan, dan 22 hari..

2. Masa Setelah hijrah Ke Madinah


Meski turunnya surat di sekitar Madinah, surat yang turun tersebut dinamakan surat Madaniyyah. Periode ini berlangsung selama 9 tahun, 9 bulan, dan 9 hari. Maka jika ditotal lama turunnya Al Qur`an sejak sebelum nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah dan sesudahnya, jumlahnya 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.

Perbedaan dan ciri-ciri surat Makiyyah dan Madaniyyah menurut ulama-ulama tafsir antara lain:

1. Surat Makiyyah pada umumnya memiliki ayat yang pendek, sedangkan Madaniyyah memiliki ayat panjang. Surat Makiyyah merupakan 19/30 dari seluruh isi Al Qur`an, yaitu 86 surat dan jumlah ayat sebanyak 4.780 ayat. Sedangkan surat Madaniyyah merupakan 11/30 dari seluruh isi Al Qur`an, yaitu 28 surat, jumlah ayat sebanyak 1.456 ayat.



2. Ayat-ayat seruan pada surat Makiyyah berbunyi …يَا أَيُّهَا النَّاسُ (yaa ayyuhannasu; wahai sekalian manusia), sedangkan sedangkan pada surat madaniyyah berbunyi يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا

(yaa ayyuhalladzina aamanuu: wahai orang-orang yang beriman).



3. Surat Makiyyah pada umumnya berisi tentang aqidah khususnya tentang ketauhidan, bahaya kafir dan syirik, qishas umat terdahulu, janji bagi orang yang beriman dan beramal sholeh, serta ancaman bagi orang kafir dan musyrik, perihal akhlak baik dan buruk. Sedangkan surat Madaniyyah pada umumnya berisi tentang syari’ah ibadah, muamalah, munakaht, (pernikahan), junayat (hukum pidana serta siyasah syari’at politik).

Demikian pemaparan tentang perbedaan surat Makiyyah dan Madaniyyah. Dengan memohon hidayah Allah SWT, semoga kita termasuk hamba-Nya yang senantiasa mempelajari Al Qur`an dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sebagai bekal di dunia dan akhirat. Aamiin



Waallahu A’lamu

Dikutip dari Buku Tafhim Al- Qur `an , penulis DR. Umay M.Dja'far Shiddieq MA ( halaman 6)



Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Terima kasih untuk tidak berkomentar SPAM dan SARA. Untuk menghindari hal tersebut kami mengaktifkan verifikasi kata dan moderasi komentar. EmoticonEmoticon